Guangdong, Radio Bharata Online - Provinsi Guangdong di Tiongkok Selatan, pusat utama perdagangan luar negeri, melaporkan 1,35 triliun yuan (sekitar 2.923 triliun rupiah) untuk total impor dan ekspor barang dari Januari hingga Februari 2024, meningkat 24,9 persen dari tahun ke tahun, demikian data resmi menunjukkan pada hari Selasa (12/3).

Menurut Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/GAC) cabang Guangdong, ekspor tumbuh 26,8 persen tahun ke tahun mencapai 885,94 miliar yuan (sekitar 1.918 triliun rupiah), sementara impor naik 21,5 persen dari periode yang sama tahun 2023 menjadi 462,4 miliar yuan (sekitar 1.001 triliun rupiah).

Menurut data tersebut, bisnis swasta telah memainkan peran yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan perdagangan luar negeri. Selama periode itu, impor dan ekspor perusahaan swasta mengambil 63,8 persen dari total.