Beijing, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, menggambarkan kunjungannya ke Tiongkok sebagai kunjungan yang sangat signifikan dan produktif, dengan kedua pihak mengadakan pembicaraan mendalam tentang hubungan bilateral dan semua isu mendesak yang saat ini dihadapi Iran.
Araghchi, yang mengunjungi Tiongkok pada hari Rabu (6/5) dan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita IRIB milik pemerintah Iran bahwa Iran pasca-perang memasuki fase baru kerja sama internasional.
"Teman-teman Tiongkok kami juga percaya bahwa Iran setelah perang berbeda dari Iran sebelum perang, bahwa Iran telah membuktikan kemampuan dan kekuatannya. Oleh karena itu, fase baru kerja sama antara Iran dan negara-negara lain terbentang di depan," katanya.
Menteri Luar Negeri Iran itu juga mengatakan kedua pihak meninjau berbagai isu terkini dan menghasilkan hasil yang bermanfaat.
"Kami meninjau semua isu terkini, hal-hal yang berkaitan dengan perang dan bagaimana mengakhirinya, negosiasi yang sedang berlangsung, isu-isu yang berkaitan dengan program nuklir Iran dan sifat damai dari aktivitas nuklir Iran, hal-hal yang berkaitan dengan sanksi, dan semua isu bilateral. Isu Selat Hormuz, yang merupakan salah satu topik serius kami, dan perlunya menghormati hak-hak Republik Islam Iran, bersama dengan semua sudut pandang yang ada, juga dibahas," ujarnya.