BEIJING, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Selasa(2/8) memberi perintah bagi upaya pencarian dan penyelamatan habis-habisan terhadap korban yang hilang atau terperangkap dalam bencana banjir untuk meminimalkan korban jiwa.
Para korban banjir terkena dampak Topan Doksuri, curah hujan ekstrim tercatat di Tiongkok bagian utara dan wilayah di sepanjang sungai Kuning dan Huaihe, memicu bencana banjir yang menyebabkan banyak korban jiwa di Beijing dan Hebei.
Presiden Xi mengatakan, sangat penting untuk memastikan perawatan medis bagi korban dan memberikan kenyamanan bagi keluarga korban.
Xi juga mengimbau adanya upaya-upaya untuk membuat pengaturan yang tepat bagi masyarakat yang terkena dampak banjir dan segera memperbaiki infrastruktur yang rusak termasuk sarana transportasi, telekomunikasi dan kelistrikan, serta memulihkan ketertiban kerja dan kehidupan secara normal sesegera mungkin.
Xi menekankan bahwa otoritas terkait harus memperkuat pemantauan dan peringatan dini banjir, fokus pada lokasi-lokasi penting untuk pencegahan banjir, dan menerapkan sepenuhnya langkah-langkah pencegahan banjir selama periode kunci dari akhir Juli hingga awal Agustus. Keamanan kehidupan dan properti masyarakat serta stabilitas sosial juga harus dipastikan dengan upaya maksimal.
Sementara itu, Perdana Menteri China Li Qiang pada Selasa(2/8) mewajibkan administrasi terkait, termasuk Kantor Pusat Pengendalian Banjir dan Kementerian Sumber Daya Air dan Kementerian Manajemen Darurat untuk mematuhi instruksi yang dibuat oleh Presiden Xi, serta dengan sungguh-sungguh membantu daerah-daerah yang terkena dampak untuk mengurangi korban jiwa dan merelokasi orang-orang yang terkena dampak. (CGTN)