Radio Bharata Online - Selama satu dasawarsa lalu, nilai tambah Tiongkok naik 1,49 kali lipat dengan kumulatif layanan jasa import tercatat lebih dari USD 4 triliun, data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok, menurut pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok selama 10 tahun dari tahun 2012 sampai tahun 2021, tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan nilai ekspor dan impor Tiongkok untuk layanan intensif pengetahuan meningkat 9,3%, proporsinya naik 10,3%. Selain itu layanan budaya dan rekreasi individu naik 5,8 kali lipat, layanan telekomunikasi komputer dan informasi naik 3,2 kali lipat, biaya hak atas kekayaan intelektual naik 2,1 kali lipat dan layanan keuangan meningkat 1,6 kali lipat.
Sementara itu segala transaksi naik 2,9 kali lipat totalnya telah mencipta 11,27 juta lapangan kerja yang baru. Beberapa tahun belakangan ini Tiongkok secara besar-besaran mengembangkan industri jasa dan memperluas keterbukaan perdagangan jasa terhadap dunia luar.
Direktur Departemen Perdagangan Jasa dan Industri Jasa Perdagangan di bawah Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan, selama 10 tahun terakhir ini perdagangan jasa di Tiongkok telah mengalami perkembangan pesat Sejak tahun 2012 ekspor dan impor perdagangan jasa Tiongkok mengalami pertumbuhan sebesar 6,1% atau lebih tinggi 3,1% daripada laju pertumbuhan global.
Sampai tahun 2021 selama 8 tahun berturut-turut perdagangan jasa di Tiongkok sudah menduduki Posisi kedua di dunia. Volume total ekspor dan impor jasa Tiongkok untuk pertama kalinya menerobos USD 800 miliar, menciptakan rekor baru sepanjang masa atau naik 21,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Disampaikan oleh Wakil menteri perdagangan Tiongkok, kini sebanyak lebih dari 200 negara dan daerah telah melakukan perdagangan jasa dengan Tiongkok. Hal ini berarti perdagangan jasa sudah berkembang menjadi bagian penting dari kerjasama ekonomi dan Perdagangan Tiongkok dengan luar negeri, sekaligus titik pertumbuhan yang baru bagi Tiongkok walaupun masih menghadapi banyak tantangan, namun jika dilihat dari laju pertumbuhannya industri jasa Tiongkok masih menempati urutan pertama di dunia apalagi Taraf keterbukaan di bidang jasa masih terus meningkatkan digitalisasinya juga terus digencarka, menunjukkan pondasi kokoh yang mendukung perdagangan jasa Tiongkok tidak berubah. Momentum perkembangan dalam jangka panjang dan peranannya dalam perdagangan luar negeri juga tidak berubah.
Menurut data ekonomi Tiongkok selama 7 bulan pertama tahun ini yang diumumkan Biro Statistik Nasional Tiongkok baru-baru ini, indikator ekonomi utama Tiongkok memelihara momentum pemulihan. Dilihat dari data detail, nilai tambah industri dengan pendapatan tahunan 20 juta Yuan RMB atau lebih dari operasi bisnis utama mereka.
Indeks produksi industri jasa nasional, volume total penjualan eceran komoditas konsumsi sosial dan investasi aset tetap nasional semuanya sudah mengalami pertumbuhan positif namun terpengaruh oleh lingkungan internasional yang semakin rumit dan sering terjadinya kasus pandemi covid-19 di Tiongkok. Sejumlah data termasuk bidang investasi real estate kurang ideal, khususnya industri jasa kontak langsung tetap dalam proses pemulihan terdampak pandemi.
Nilai tambahan industri manufaktur berteknologi tinggi meningkat nyata, telah memperlihatkan momentum transformasi dan eskalasi ekonomi Tiongkok terus berlanjut, sementara itu transformasi ke industri tipe hijau sedang dipercepat.
Informasi selengkapnya dapat anda simak dalam program "Orbit" Radio Bharata Online
Hari Minggu - Pukul 06:15, 10:15, 14:15, 18:15 dan 22:15 WIB.