BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok siap bekerja sama dengan negara lain, untuk membangun komunitas maritim dengan masa depan bersama, melindungi keselamatan laut, mempromosikan pembangunan kelautan, dan merundingkan tata kelola maritim.
Hal itu disampaikan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, Kamis (03/11) sebagaimana diberitakan CGTN.
Melalui video pada upacara pembukaan Simposium Kerjasama Maritim Global dan Tata Kelola Laut, Wang Yi mengatakan, Tiongkok bersedia bekerja sama dengan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), untuk mempercepat proses negosiasi konsultasi tentang Kode Etik di Laut Tiongkok Selatan.
Mengenai tata kelola laut, Wang mengatakan, penting untuk sepenuhnya akurat dan komprehensif dalam menafsirkan dan menerapkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law Of the Sea - UNCLOS) secara keseluruhan, dan menghormati hak dan kepentingan yang sah dari negara-negara di bawah Konvensi dan hukum kebiasaan internasional.
Untuk menjaga keamanan laut, dia mengatakan konflik maritim harus ditangani secara damai, bahwa negara-negara harus menyelesaikan sengketa kedaulatan teritorial dan kepentingan maritim melalui dialog dan konsultasi, dan menghindari tindakan sepihak yang memperumit situasi.
Tiongkkok menentang hegemoni maritim, dan menolak provokasi dan tindakan lain yang membahayakan perdamaian dan ketenangan maritim.
Mentri Luar Negri Tiongkok ini juga menyerukan kerja sama untuk mengatasi ancaman di bidang-bidang seperti pembajakan, kejahatan transnasional, penyelundupan dan perdagangan narkoba, dan bersama-sama menjaga kebebasan dan keamanan navigasi.
Tiongkok bersedia membangun Jalur Sutra Maritim Abad 21 yang berkualitas tinggi dengan semua pihak, dan bersama-sama mempromosikan kemitraan ekonomi biru.