Polri mendirikan posko identifikasi korban insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali pada beberapa waktu lalu. Posko identifikasi ini nantinya akan menyediakan ahli dokter forensik dari Polri.http://cnnindonesia.com
\r\n\r\nKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, mengatakan, saat ini seluruh pihak masih melakukan pencarian terhadap jenazah.
\r\n\r\n"Sedang proses dulu. Yang jelas, Polri mendirikan posko di sana dalam rangka mengidentifikasi, khususnya prajurit-prajurit TNI AL yang terbaik yang gugur di sana," kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/4).
\r\n\r\nRusdi menjelaskan nantinya dokter forensik yang bersiaga di posko akan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah yang ditemukan.
\r\n\r\nNamun demikian, Rusdi belum dapat merincikan lebih lanjut mengenai lokasi-lokasi persis pendirian posko tersebut.
\r\n\r\n"Polri mendirikan posko bersama dengan rekan-rekan TNI untuk menunggu proses selanjutnya daripada kasus tenggelamnya kapal selam Nanggala 402," tambahnya lagi.
\r\n\r\nSebanyak 53 awak kalpal KRI Nanggala telah dipastikan gugur. Hal ini diketahui berdasarkan hasil citra bawah air secara visual menggunakan kamera.
\r\n\r\nPanglima TNI Marsekal Hadi Tjhajnto menuturkan telah dikonfirmasi ditemukan bagian dari KRI Nanggala yang meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, hingga baju keselamatan awak kapal MK 11.
\r\n\r\nKepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan, pihaknya bakal mengevakuasi jasad para awak KRI Nanggala. Nantinya jasad tersebut akan di evakuasi ke Surabaya bila berhasil diangkat.
\r\n\r\n"Nanti dievakuasi ke Surabaya, atau nanti tergantung permintaan keluarga," kata Yudo dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (25/4).