Anggota Politbiro merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Wang Yi mengatakan, dengan bimbingan strategis kedua pemimpin negara, hubungan Tiongkok-Rusia terpelihara dalam tren perkembangan yang sehat dan stabil, kerja sama pragmatis terus diperdalam, pertukaran antar masyarakat kaya dan beragam. Hubungan Tiongkok-Rusia yang rukun dan bersahabat, berkoordinasi secara komprehensif dan strategis, serta saling menguntungkan dan menang bersama akan terus membantu pembangunan dan revitalisasi kedua negara, serta akan memberikan keuntungan yang penting bagi rakyat kedua negara.
Wang Yi menyatakan, Tiongkok dan Rusia semuanya berpegang teguh pada kebijakan diplomatik yang bebas merdeka, kerja sama Tiongkok dan Rusia tidak ditujukan kepada pihak ketiga, tidak terganggu oleh pihak ketiga, dan lebih-lebih tidak akan terkontrol oleh pihak ketiga. Sebagai negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok dan Rusia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas strategis global dan mendorong kemajuan dunia. Menanggapi perilaku unilateral, hegemoni serta konfrontasi antar kubu yang berbeda, Tiongkok dan Rusia seharusnya bertindak sesuai dengan arus kemajuan zaman, menunjukkan tanggung jawabnya sebagai negara besar, melaksanakan kewajiban internasionalnya, terus meningkatkan koordinasi strategis untuk mempertahankan multilateralisme sejati, serta mendorong proses multipolarisasi dunia dan tata kelola global berkembang ke arah yang lebih adil dan rasional.
Lavrov menyatakan, Presiden Tiongkok Xi Jinping telah melakukan kunjungan yang sukses di Rusia dan mengadakan pertemuan penting dengan Presiden Vladimir Putin pada bulan Maret lalu, serta telah menunjukkan arah perkembangan hubungan Rusia-Tiongkok di masa depan. Rusia bersedia bersama Tiongkok, mempersiapkan pertukaran tingkat tinggi bilateral selanjutnya dengan baik, meningkatkan sinergi rencana pembangunan, serta memperdalam kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan, humaniora, olahraga, serta pemuda. Menanggapi perubahan drastis situasi internasional, Rusia dan Tiongkok hendaknya terus mengintensifkan koordinasi dan kerja sama dalam kerangka PBB, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO)dan lain sebagainya, bersama-sama menjaga patokan dasar hubungan internasional.
Kedua belah pihak juga menilai tinggi perluasan anggota BRICS, serta bersedia berupaya bersama dengan para anggota negara untuk membentuk platform BRICS+ yang bersatu padu dan bekerja sama demi pembangunan. Lavrov menyatakan, Rusia akan terus memainkan peranannya sebagai negara ketua bergilir BRICS, mendorong mekanisme kerja sama BRICS demi mewujudkan perkembangan yang lebih besar bersama Tiongkok.
Lavrov menjelaskan pandangannya seputar krisis Ukraina, dan mengapresiasi dokumen pendirian Tiongkok yang mempertimbangkan keprihatinan keamanan berbagai pihak, dan bermanfaat untuk menghilangkan sumber konflik, Rusia akan terus berpegang pada sikap yang terbuka terhadap perundingan dan dialog. Wang Yi menyatakan bahwa Tiongkok selalu mempertahankan perundingan perdamaian sebagai arah yang tepat, dan akan terus memainkan peranan yang konstruktif dalam penyelesaian krisis Ukraina secara politik.
Pewarta : CRI