Beijing, Radio Bharata Online - Ratusan orang hadir memeriahkan Festival Budaya Internasional yang digelar di Universitas Peking, Beijing, pada Minggu (6/11/2022).
Dilansir dari Global Times (07/11/2022) para peserta yang hadir diantaranya dari Center for Language Education and Cooperation (CLEC), Administrasi Umum Olahraga China dan Universitas Renmin Tiongkok ,
Wakil Presiden Peking University, Wang Bo pada mengatakan: “Universitas kami berkomitmen membangun kampus internasional, beragam dan terintegrasi, dan itulah alasan mengapa kami mengadakan festival ini hari ini,”
“Festival Budaya Internasional Universitas Peking telah ada selama 19 tahun dan telah menjadi acara budaya dengan pengaruh sosial yang luas yang sangat dicintai oleh para guru dan siswa,” katanya.
Dalam Festival ini total terdapat 48 kios dari 37 negara dan wilayah di lima benua yang menampilkan berbagai kostum nasional, alat musik tradisional, kerajinan tangan, dan makanan khas dari seluruh dunia.
![]()
Siswa dari berbagai negara melakukan wushu di atas panggung pada upacara pembukaan Festival Budaya Internasional Universitas Peking di Beijing pada 6 November. - foto: Global Times
Di antara stan yang mempesona, mahasiswa internasional dari seluruh dunia berbagi cerita tentang kampung halaman mereka serta pengalaman dan pengetahuan mereka.
Direktur CLEC Ma Jianfei menyebut, "Selama 19 tahun terakhir, festival selalu berpikiran terbuka dan inklusif tentang mempromosikan pertukaran dan integrasi timbal balik dari peradaban yang berbeda,"
ia berharap, para pemuda di dalam dan luar negeri menunjukkan sikap mereka sepenuhnya untuk meningkatkan pertukaran dan kerja sama antara Tiongkok dan negara-negara lain dan di sekaligus berkontribusi pada pembangunan komunitas manusia dengan masa depan bersama.
Selain festival budaya, serangkaian acara budaya akan diadakan sepanjang November, termasuk kompetisi menyanyi, festival makanan, dan pemutaran film untuk mempromosikan pertukaran budaya internasional yang beragam melalui musik, makanan, dan seni.
Sebagai acara tahunan festival budaya internasional ini telah memamerkan kekayaan budaya dan pandangan internasional siswa. Sejak didirikan pada tahun 2004, festival ini menganut tradisi inklusivitas, dan kebebasan berpikir.
Pewarta: Global Times