BEIJING, Radio Bharata Online -  Militer Tiongkok telah mengirim lebih dari 150 pesawat tempur ke Taiwan dalam pekan ini, dalam sebuah aksi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu disambut dengan pernyataan pemerintah Taiwan, yang menyebut sebagai , bentuk pelecehan.

Tercatat pada hari Senin, militer Tiongkok, yang dikenal secara resmi sebagai Tentara Pembebasan Rakyat, menerbangkan 103 pesawat tempurnya, di dekat dan di atas langit Taiwan dalam waktu 24 jam. Sehari berikutnya, tepatnya Selasa, terdapat 55 pesawat PLA tambahan terdeteksi berada di dekat pulau itu.

Sedangkan pada hari Rabu, 40 pesawat menyerbu Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan, yang menjadi garis tengah simbolis antara Tiongkok dan pulau tersebut, 30 di antaranya merupakan jet tempur, dan sisanya adalah pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning mengatakan, tidak ada yang namanya garis tengah, karena pulau Taiwan meskipun memiliki pemerintahan sendiri, secara resmi adalah bagian dari wilayah Tiongkok.

Tercatat dalam sejarah, Taiwan dan Tiongkok terpecah dalam perang saudara pada tahun 1949, ketika Partai Komunis menguasai daratan Tiongkok. Kemudian, kaum Nasionalis yang kalah melarikan diri ke Pulau Taiwan, dan diizinkan mendirikan pemerintahan mereka sendiri di pulau itu. Namun hanya sedikit negara asing yang memberikan pengakuan diplomatik resmi kepada pulau tersebut. (Sinpo.id)