BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok telah menyatakan pengertian, dan mengirimkan perhatian hangat kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, setelah dia menunda perjalanannya ke Beijing karena pneumonia.
Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari Minggu mengirim pesan simpati kepada Lula, atas kontraksi influenza dan pneumonia yang terakhir.
Dalam pesannya, Xi mengatakan bahwa setelah mengetahui penyakit Lula dan karena itu harus menunda kunjungannya ke Beijing, dia ingin menyampaikan simpati yang tulus kepada presiden Brasil dan mendoakannya agar cepat sembuh.
Pengamat meyakini penundaan ini tidak akan menghalangi komunikasi, dan interaksi yang sudah dijadwalkan antara lingkaran bisnis kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Minggu, juga telah menyatakan pengertian dan rasa hormat.
Dikatakan, pihak Brasil mengabarkan kepada pihak Tiongkok, tentang keputusan untuk menunda kunjungan Presiden Lula da Silva ke Beijing. Kementrian memahami dan menghormati keputusan itu.
Juru bicara itu menambahkan bahwa Tiongkok mengirimkan perhatian hangat kepada Presiden Lula da Silva, dan berharap dia cepat sembuh.
Sebelumnya Reuters mengabarkan, Presiden Lula dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari 26 hingga 31 Maret, didampingi oleh sekitar 240 delegasi dan perwakilan bisnis, termasuk 90 dari sektor pertanian.
Pan Deng, direktur eksekutif Pusat Hukum Wilayah Amerika Latin dan Karibia Universitas Ilmu Politik dan Hukum Tiongkok kepada Global Kali pada hari Minggu mengatakan, penundaan itu tidak akan mempengaruhi komunikasi dan kerja sama bilateral yang telah disiapkan, atau sudah di atas meja. Sebagai bagian dari persiapan kunjungan Lula, banyak hasil positif yang telah dicapai.
Beberapa komunikasi antara think tank dan bidang bisnis kedua negara telah dimulai, dan itu tidak akan terpengaruh oleh penundaan tersebut. (Global Times)