Beijing, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, meminta Korea Selatan untuk mematuhi prinsip Satu Tiongkok dan menangani masalah Taiwan dengan baik dan bijaksana ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan yang sedang berkunjung, Cho Tae-yul, di Beijing pada hari Senin (13/5).

Atas undangan Wang, Cho mengunjungi Tiongkok pada hari Senin (13/5) dan Selasa (14/5). Lawatannya selama dua hari ini merupakan kunjungan pertama ke ibu kota Tiongkok oleh seorang diplomat tinggi Korea Selatan dalam lebih dari enam tahun terakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Wang mengatakan bahwa Tiongkok dan Korea Selatan adalah tetangga dekat dan harus lebih sering mengunjungi satu sama lain. Dia menambahkan bahwa kesulitan dan tantangan dalam hubungan bilateral baru-baru ini tidak sejalan dengan kepentingan bersama kedua negara.

"Saya berharap pihak Korea Selatan akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk menjunjung tinggi niat awal membangun hubungan diplomatik, mematuhi arah persahabatan bertetangga yang baik, berpegang teguh pada tujuan kerja sama yang saling menguntungkan, menyingkirkan gangguan, dan melakukan upaya bersama untuk mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Korea Selatan yang baik dan mantap," ujar Wang.

Sementara itu, Cho mengatakan bahwa dia berharap kunjungan ini akan menjadi langkah besar bagi hubungan bilateral untuk bergerak maju, dan menambahkan bahwa Seoul sangat mementingkan hubungannya dengan Tiongkok.

Dia mengatakan pemerintah Korea Selatan berharap untuk melakukan kerja sama yang erat dengan Tiongkok atas dasar saling menghormati, saling menguntungkan dan kepentingan bersama, sehingga dapat lebih mengembangkan kemitraan strategis yang lebih sehat dan lebih matang.

"Memajukan perkembangan hubungan Korea Selatan-Tiongkok sejalan dengan kepentingan bersama kedua negara dan rakyat kita, dan juga merupakan harapan masyarakat internasional. Pihak Korea Selatan tidak mendukung zero-sum game dan berharap untuk mengembangkan hubungan dengan negara lain secara seimbang. Kami berharap dapat meningkatkan rasa saling percaya, memperluas konsensus, fokus pada kerja sama dengan Tiongkok, menghindari kendala geopolitik sebanyak mungkin, dan bersama-sama membuka babak baru kerja sama antara Korea Selatan dan Tiongkok," ujar Cho.

Tahun lalu, total volume perdagangan antara Tiongkok dan Korea Selatan melebihi 310 miliar dolar AS (sekitar 5 ribu triliun rupiah). Wang mengatakan bahwa ia berharap pengembangan tenaga produktif berkualitas baru di Tiongkok akan membawa peluang penting bagi Korea Selatan. Dia meminta kedua belah pihak untuk bekerja sama dalam menentang proteksionisme perdagangan serta menjaga stabilitas rantai pasokan global.

Kunjungan Cho ke Tiongkok dilakukan menjelang pertemuan trilateral yang sangat dinanti-nantikan oleh para pemimpin Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang. Karena Korea Selatan adalah ketua bergilir pertemuan tersebut saat ini, media lokal mengatakan bahwa pertemuan tersebut kemungkinan besar akan berlangsung di Seoul pada akhir Mei 2024.