BEIJING, Radio Bharata Online - Ketika ujian tertulis untuk Ujian Masuk Pascasarjana Nasional (NPEE) Tiongkok tahun 2024 dimulai pada hari Sabtu, jumlah pendaftar untuk ujian tersebut telah menurun untuk pertama kalinya sejak tahun 2015.  Demikian menurut data dari Kementerian Pendidikan (MOE) pada hari Minggu.

Para ahli mengatakan, bahwa penurunan ini bisa menjadi tanda pemikiran yang lebih rasional di kalangan lulusan Tiongkok, ketika memilih arah masa depan mereka, namun mereka juga mencatat bahwa Tiongkok masih perlu menyediakan pilihan pekerjaan yang lebih beragam bagi kaum muda.

Berdasarkan statistik MOE, jumlah pendaftar NPEE pada ujian tahun 2024 berjumlah 4,38 juta orang, turun 8 persen dari jumlah tahun 2023.

Menurut Para ahli, penurunan ini patut dicatat, namun bukan berarti NPEE menjadi kurang populer di kalangan mahasiswa.

Xiong Bingqi, direktur Institut Penelitian Pendidikan Abad 21 di Beijing, kepada Global Times pada hari Minggu mengatakan, “Pendaftar pada tahun 2024 masih 2,65 kali lipat dari jumlah pendaftar pada tahun 2015, yaitu 1,65 juta orang. Hal ini masih menunjukkan popularitas yang nyata.”  Menurutnya, sulit untuk menilai tren berdasarkan perubahan data dalam satu tahun.

MOE menyatakan bahwa jumlah lulusan perguruan tinggi Tiongkok adalah 11,58 juta pada tahun 2023, dan kemungkinan akan mencapai rekor tertinggi sebesar 11,87 juta pada tahun 2024, atau meningkat sebesar 290.000 lulusan.

Artinya, jumlah lulusan perguruan tinggi akan meningkat pada tahun 2024, sedangkan jumlah peminat studi pascasarjana menurun.

Para ahli mengaitkan penurunan tahun ini dengan persaingan yang ketat selama dua tahun terakhir, ketika kesempatan kerja terbatas karena dampak pandemi COVID-19.  (Global Times)