Madrid, Bharata Online - Saat Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok dari tanggal 11 hingga 15 April 2026, kunjungan keempatnya dalam empat tahun, penduduk setempat di ibu kota Spanyol, Madrid, mengatakan bahwa keragaman budaya yang sama menyatukan kedua negara.
Kunjungan ini merupakan pertukaran tingkat tinggi penting lainnya antara Tiongkok dan Spanyol dalam waktu singkat, menyusul kunjungan Raja Spanyol Felipe VI dan Sanchez tahun lalu. Dan kunjungan ini secara luas dipandang sebagai momen kunci untuk mengkonsolidasikan hubungan bilateral dan memperkuat komunikasi antara Tiongkok dan Eropa.
Seorang pelayan bar bernama Diego mengatakan bahwa perjalanan antar negara menjadi jauh lebih mudah, sehingga mendekatkan orang-orang dari Tiongkok dan Spanyol.
"Apa saja persamaannya? Nah, dari sudut pandang saya, bepergian dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain menjadi jauh lebih mudah dalam beberapa tahun terakhir. Integrasi juga telah meningkat pesat. Jadi, ada banyak orang dari Tiongkok di Spanyol, dan sebaliknya. Semakin umum melihat orang asing di Spanyol, tidak hanya dari Tiongkok tetapi juga dari tempat lain. Jadi, memang benar bahwa orang-orang dari Tiongkok telah beradaptasi dengan sangat baik. Meskipun saya belum pernah ke Tiongkok, saya membayangkan hal yang sama juga terjadi pada orang Spanyol yang tinggal di Tiongkok. Dan akan ada ikatan budaya dan pribadi tertentu," jelas Diego.
Seorang mahasiswa bernama Camilo mengatakan bahwa terlepas dari perbedaan ukuran dan geografi, baik Tiongkok maupun Spanyol memiliki ciri khas yang sama, yakni keragaman, yang membantu mendekatkan kedua negara.
"Ada cukup banyak perbedaan, tetapi saya yakin kedua negara ini memiliki banyak kesamaan. Saya pikir Tiongkok adalah negara yang sangat besar dengan budaya yang beragam. Meskipun Spanyol adalah negara yang relatif kecil, saya pikir kami juga sangat beragam. Di sini, jika Anda berjalan beberapa kilometer saja, Anda akan menemukan orang-orang yang berbicara bahasa yang berbeda dan memiliki kebiasaan yang berbeda. Saya pikir itu adalah sesuatu yang dapat ditemukan di kedua negara, dan ada kesamaan yang tak terbantahkan juga," ujar Camilo.