Shanghai, Bharata Online - Sebuah acara pertukaran yang mempertemukan 20 peserta muda dari Amerika Serikat dan Tiongkok berakhir di Shanghai pada hari Rabu (8/4), dengan banyak yang memuji kesempatan yang ditawarkan oleh program dua minggu tersebut untuk memperdalam hubungan dan memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang budaya tradisional Tiongkok dan pembangunan Tiongkok.

Diberi nama "Perjalanan Bersama: Program Persahabatan Pemuda Tiongkok-AS", acara pertukaran antar masyarakat ini dimulai dua minggu lalu ketika para peserta berangkat dari Terminal Kapal Pesiar Kai Tak Hong Kong dengan kapal penelitian "Persahabatan Pemuda Tiongkok-AS (OceanXplorer)".

Selama perjalanan mereka, kelompok tersebut melakukan penelitian ilmiah kelautan dan mengambil bagian dalam serangkaian kegiatan pertukaran budaya, mengunjungi kota pesisir timur Ningbo dan akhirnya pusat keuangan Shanghai untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya tradisional Tiongkok dan teknologi inovatif terbarunya.

Kunjungan ini merupakan bagian terbaru dari inisiatif "50.000 dalam Lima Tahun" yang diusulkan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang bertujuan untuk membawa 50.000 pemuda Amerika ke Tiongkok untuk program pertukaran dan studi selama periode lima tahun.

Pada upacara penutupan hari Rabu (8/4), penyelenggara dari kedua belah pihak menekankan pentingnya pertukaran antar masyarakat dalam hubungan Tiongkok-AS saat ini. Mereka menyoroti tanggung jawab pemuda Tiongkok dan Amerika dalam mengatasi tantangan yang muncul seperti perubahan iklim dan dampak kecerdasan buatan, sambil mendesak generasi muda untuk berperan serta dalam melestarikan persahabatan antara kedua negara.

"Presiden Xi Jinping telah berkali-kali menyatakan bahwa harapan hubungan Tiongkok-AS terletak pada rakyat, dan masa depannya bergantung pada kaum muda. Abad terakhir telah memberi kita banyak kisah persahabatan yang berharga dan terkenal antara Tiongkok dan AS, mulai dari Flying Tigers dan diplomasi pingpong hingga diplomasi panda dan kisah Kuliang. Di era baru ini, kita perlu menulis kisah-kisah baru dan lebih indah untuk lebih memperkuat persahabatan antara rakyat kita dan memperdalam kerja sama antara negara kita," ujar Geng Shuang, Wakil Presiden Institut Urusan Luar Negeri Rakyat Tiongkok, saat menyampaikan pidato pada upacara penutupan.

Ray Dalio, salah satu penyelenggara program dan pendiri Bridgewater Associates, menggarisbawahi pentingnya meningkatkan pertukaran antar masyarakat untuk memperbaiki hubungan bilateral.

"Saya telah belajar sejak usia muda bahwa pekerjaan yang bermakna dan hubungan yang bermakna adalah hal terpenting dalam hidup. Saya merasakan hal yang sama pada mereka karena mereka berada di awal perjalanan yang saya rasakan, saya merasakannya karena saya tahu bahwa ini bisa menjadi perjalanan seumur hidup untuk saling memahami, menikmati kebersamaan, dan menjalin persahabatan. Dan saya bersemangat karena hal itu berarti bagi keseluruhan hubungan," katanya.

Para peserta muda juga menyoroti nilai pertukaran dan wawasan yang telah mereka peroleh.

"Saya pikir pertukaran budaya sangat penting, dan terutama pertukaran budaya Tionghoa-Amerika. Jadi saya mencari kesempatan seperti ini, dan saya sangat gembira ketika mendengar tentang kesempatan ini dengan OceanX. Dan untuk para mahasiswa Tionghoa, saya benar-benar menjalin banyak persahabatan yang hebat. Saya membuat beberapa gelang persahabatan dengan mereka, dan saya sangat terkesan dengan betapa bermakna hal-hal dalam budaya Tionghoa, seperti setiap nama memiliki makna yang sangat dalam yang berkaitan dengan mereka sebagai pribadi," ujar Natalie, Mahasiswa di Universitas Harvard.

"Saya sangat terkesan dengan kebaikan semua orang dan setiap tempat yang kami kunjungi adalah pengalaman baru dan semua orang sangat bersedia untuk berbagi pengalaman mereka dan sangat bangga dengan sejarah dan budayanya. Saya pikir berbicara dengan orang adalah salah satu cara paling bermanfaat untuk belajar dan sangat menyenangkan bertemu banyak orang yang berbeda di setiap tempat yang kami kunjungi," ungkap Meredith, Mahasiswa Universitas Columbia.

"Saya pikir inti dari acara ini adalah penggunaan penelitian ilmiah sebagai jembatan untuk memfasilitasi pertukaran budaya. Hubungan baik antar negara bergantung pada kedekatan antar masyarakatnya, dan ikatan antar masyarakat terletak pada saling pengertian. Pertukaran antar generasi muda mungkin merupakan kunci bagi perkembangan masa depan kita bersama, memungkinkan kita untuk melihat arah dan tujuan bersama umat manusia, sehingga kita dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada dunia bersama-sama," ujar Guo Shuohai, Mahasiswa di Universitas Tsinghua di Beijing.