Kairo, Radio Bharata Online - Mesir akan mendapatkan keuntungan dari Shanghai Cooperation Organization (SCO) melalui peningkatan perdagangan dengan pasar-pasar Asia, ujar mantan Menteri Luar Negeri Mesir, Mohamed Kamel Amr.
Mesir menandatangani nota kesepahaman (MoU) di ibu kota Uzbekistan, Tashkent, pada tahun 2022 untuk bergabung dengan SCO sebagai mitra dialog. Amr mengatakan bahwa SCO tidak hanya menguntungkan Mesir tetapi juga semua negara anggota.
"Mesir bisa mendapatkan keuntungan dari peningkatan perdagangan dari Asia ke bagian dunia kami. Dan sebenarnya hal itu tidak hanya menguntungkan Mesir. Mesir berada di pintu gerbang ke Afrika sehingga ini akan menjadi keuntungan bagi seluruh benua. Jangan lupakan Terusan Suez, misalnya, jalur air yang paling penting saat ini. Jadi, tentu saja ini akan menguntungkan semua pihak, bukan hanya Tiongkok dan Mesir, tetapi semua pihak," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN).
Ia juga mengatakan bahwa organisasi ini membantu negara ini untuk mendiversifikasi ekonominya, yang kondusif untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola krisis-krisis di dunia saat ini.
"Pada satu titik, Mesir, maksud saya bisnis-bisnis Mesir, bahkan sektor swasta (hanya) mengarah ke satu arah, Eropa atau Amerika Serikat. Sekarang ada sikap yang berbeda. Sekarang, mereka melihat ke bagian lain di dunia. Asia adalah bagian yang sangat penting dan bagian dunia yang sangat menjanjikan bagi Mesir dan negara-negara lain di kawasan ini. Perkembangan terakhir menunjukkan kepada kita bahwa semakin Anda mendiversifikasi kegiatan ekonomi Anda, semakin baik Anda siap untuk menghadapi krisis," ujar Amr.
Dari tanggal 2 hingga 6 Juli 2024, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, akan menghadiri Pertemuan ke-24 Dewan Kepala Negara SCO di Astana, dan melakukan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan dan Tajikistan atas undangan Presiden Kassym-Jomart Tokayev dari Republik Kazakhstan dan Presiden Emomali Rahmon dari Republik Tajikistan.