BEIJING, Radio Bharata Online – Desember setahun yang lalu, para pakar memperkirakan “Pekerjaan ekonomi Tiongkok pada tahun 2023 akan menjadi rumit.” Kini menjelang berakhirnya tahun 2023, apa yang terjadi pada perekonomian Tiongkok selama setahun terakhir, ternyata memang sejalan dengan penilaian tersebut. Perekonomian Tiongkok menghadapi tekanan penurunan yang serius akibat menurunnya permintaan, guncangan pasokan, dan melemahnya ekspektasi tekanan tiga kali lipat, seperti yang dikatakan oleh para pejabat.
Namun perekonomian juga menunjukkan pemulihan yang mengesankan, dengan tingkat pertumbuhan PDB, yang secara luas diperkirakan akan memenuhi, atau bahkan melampaui target awal, yakni sekitar 5 persen. Pertumbuhan ini adalah peningkatan yang luar biasa dibandingkan tiga tahun sebelumnya selama pandemi.
Yang lebih penting lagi, Tiongkok juga mencapai kemajuan pesat dalam pembangunan berkualitas tinggi, dengan meningkatnya konsumsi dalam negeri, inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, pemulihan Tiongkok telah menjadi salah satu sorotan terbesar bagi perekonomian global pada tahun 2023, di tengah penurunan parah dan situasi geo-ekonomi yang kompleks.
Menurut para ekonom, dalam situasi seperti saat ini Tiongkok diharapkan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat, dan menyumbang sekitar sepertiga pertumbuhan global.
Dan perlu diketahui, bahwa dibalik hasil yang dicapai dengan susah payah dan mengesankan ini, terdapat proses pengambilan keputusan yang obyektif dan ilmiah oleh para pembuat kebijakan Tiongkok, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.
Para ekonom mengatakan, serangkaian kebijakan yang tepat sasaran, efektif mengatasi risiko dan tantangan secara langsung. Model tata kelola Tiongkok yang klasik ini, mendasari keajaiban ekonomi jangka panjang Tiongkok. (Global Times)