BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok telah menjadi konsumen sekaligus produsen peralatan energi bersih terbesar di dunia, dengan sektor-sektor termasuk pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin, fasilitas fotovoltaik (PV), dan unit tenaga nuklir yang sedang dibangun, semuanya menempati peringkat No.1.
Dalam beberapa tahun terakhir, tiga provinsi di timur laut, yaitu Liaoning, Jilin, dan Heilongjiang, telah mempercepat pengembangan pembangkit energi ramah lingkungan seperti tenaga angin, tenaga fotovoltaik, dan pembangkit listrik biomassa. Hal ini sangat penting untuk memastikan pasokan listrik yang aman dan andal, mempercepat transisi energi ramah lingkungan dan pembangunan rendah karbon, serta mendorong revitalisasi penuh di wilayah timur laut Tiongkok.
Zhang Shaogang, wakil ketua Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok, pada China International Supply Chain Expo (CISCE) yang sedang berlangsung di Beijing mengatakan, dengan keunggulan produksi skala besar dalam rantai industri energi baru, Tiongkok secara aktif memperkuat kerja sama internasional di bidang energi ramah lingkungan, dan terus mendorong pembangunan Inisiatif Sabuk dan Jalan yang hijau.
Ia mengatakan, Tiongkok telah melakukan kerja sama energi hijau dengan lebih dari 100 negara dan wilayah.
Modul PV dan turbin angin buatan Tiongkok menguasai lebih dari 70 persen pasar dunia, menjadikan negara ini sebagai kekuatan penting dalam menstabilkan industri energi ramah lingkungan dan rantai pasokan global.
Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, Tiongkok dengan sungguh-sungguh bertindak berdasarkan visi pembangunan ramah lingkungan, mendukung pembangunan dan pengoperasian fasilitas infrastruktur yang ramah lingkungan dan rendah karbon, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam respons iklim. (Global Times)