Lausanne, Radio Bharata Online - Warga negara Swiss memuji kebijakan bebas visa yang baru saja diterapkan ke Tiongkok untuk ekspansi bisnis baru dan peluang kolaborasi yang akan dibawa oleh kebijakan tersebut.

Berdasarkan kebijakan bebas visa untuk enam negara Eropa yang diumumkan oleh Tiongkok pada awal Maret 2024, warga negara Swiss dapat memasuki Tiongkok hingga 15 hari tanpa visa mulai hari Kamis (14/3). Perubahan kebijakan ini disambut baik oleh komunitas bisnis Swiss yang mengincar ekspansi di pasar Tiongkok.

Dokter Veronique Emmenegger, salah satu pendiri Klinik Lemanic di Lausanne yang terletak di kota Lausanne, Swiss, melihat peluang perjalanan bebas visa ini sebagai sebuah keuntungan. Didirikan pada tahun 1998, Clinic Lemanic telah mendapatkan reputasi global untuk dermatologi estetika dan perawatan anti-penuaan.

Emmenegger mengatakan bahwa ia berencana untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki usaha bisnis potensial di Tiongkok, dan menyatakan antusiasmenya terhadap perubahan kebijakan tersebut.

"Selalu lebih mudah sebenarnya ketika Anda tidak perlu menunggu dan memastikan apakah Anda dapat melakukan tanggal ini. Karena bagi saya, sangat sulit untuk..., masalah sebenarnya bagi saya adalah memiliki kesempatan khusus untuk pergi, dan berapa lama, dan selalu di menit-menit terakhir saya baru tahu kalau saya bisa pergi. Jadi, jika Anda tidak perlu menunggu saat ini (untuk) mendapatkan visa, tentu saja bagi saya, keputusan itu bisa diambil dengan lebih mudah," kata Emmenegger.

Emmenegger mengatakan bahwa perusahaannya kini ingin memperluas operasi dan penjualan produk nutrisi dan kesehatannya di Tiongkok. Oleh karena itu, setelah berpartisipasi dalam China International Import Expo di Shanghai November lalu, Clinic Lemanic berharap dapat menghadiri Hainan Expo di Tiongkok selatan akhir tahun ini untuk lebih memperkuat hubungan bisnisnya dengan para mitra di Tiongkok.

Jean-Jacques de Dardel, mantan Duta Besar Swiss untuk Tiongkok dan presiden Foundation Swiss Centers, menekankan bahwa pengaturan perjalanan bebas visa akan menguntungkan kedua negara, mengingat hubungan bilateral yang kuat dan kepentingan bersama.

"(Mengingat) hubungan tradisional kami yang sangat baik dan ketertarikan yang ditunjukkan oleh warga Tiongkok terhadap Swiss, dan tentu saja, pengusaha, turis, dan warga Swiss terhadap Tiongkok, ini merupakan langkah maju yang sangat disambut baik," katanya.

Kamar Dagang Swiss-Tiongkok, yang telah beroperasi selama sekitar empat dekade, juga menyambut baik kebijakan perjalanan bebas visa tersebut.

Dengan sekitar 1.000 perusahaan Swiss yang menjalankan bisnis di Tiongkok, perkembangan ini dipandang sebagai langkah positif dalam menyederhanakan pengaturan perjalanan bisnis di masa depan ke berbagai kota di Tiongkok.