BEIJING, Radio Bharata Online - Administrasi Perpajakan Negara Tiongkok (STA) pada hari Kamis menyebutkan, pengurangan pajak yang diberikan pada biaya penelitian dan pengembangan perusahaan, telah meningkat secara signifikan.
Pakar Industri menilai, langkah pemotongan pajak ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan diri perusahaan, untuk mengeluarkan lebih banyak dana pada inovasi teknologi. Hal ini, pada gilirannya, akan memberikan vitalitas yang lebih besar ke dalam pengembangan perusahaan serta pertumbuhan ekonomi.
Otoritas pajak tertinggi, pada konferensi pers Dewan Negara mengatakan, bahwa perusahaan menghemat 1,85 triliun yuan dalam bentuk pengurangan pajak, untuk biaya penelitian dan pengembangan pada tiga kuartal pertama, ini berarti naik hampir 14 persen dibandingkan tahun lalu.
Pembayar pajak perusahaan dari sektor manufaktur adalah pihak yang paling diuntungkan. Mereka menerima 60 persen dari pengurangan pajak penelitian dan pengembangan, dengan total lebih dari 1,1 triliun yuan.
Pengurangan pajak penelitian dan pengembangan diperkenalkan sebagai kebijakan pajak preferensial, yang memungkinkan perusahaan untuk berhemat lebih banyak melalui persentase tertentu, dari pengeluaran penelitian dan pengembangan mereka.
Pada bulan Maret tahun lalu, Tiongkok menaikkan persentasenya menjadi 100 persen dari 75 persen dan menjadikan kebijakan tersebut permanen. Bagi perusahaan yang memenuhi syarat dari sektor sirkuit terpadu dan peralatan mesin, persentasenya bahkan lebih tinggi yaitu 120 persen.
Huang Yun, juru bicara State Taxation Administration (STA) mengungkapkan, meskipun angka pengurangan pajak penelitian dan pengembangan setahun penuh masih dihitung, angka untuk tahun 2023 lebih besar. Menurutnya, Kebijakan perpajakan yang lebih menguntungkan, akan diterapkan untuk memfasilitasi kenyamanan perusahaan, dan lebih mendukung pengembangan inovatif mereka, serta kemandirian negara terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi. (gov.cn)