Beijing, Bharata Online - Output industri bernilai tambah Tiongkok tumbuh 5,6 persen secara tahunan dalam empat bulan pertama tahun 2026, dengan manufaktur peralatan dan manufaktur teknologi tinggi mencatatkan pertumbuhan yang lebih cepat, kata Biro Statistik Nasional (BSN) dalam konferensi pers pada hari Senin (18/5) di Beijing.
"Dalam empat bulan pertama, output industri bernilai tambah dari perusahaan di atas ukuran yang ditentukan meningkat sebesar 5,6 persen secara tahunan. Output bernilai tambah dari manufaktur peralatan naik 8,7 persen, dan dari manufaktur teknologi tinggi meningkat 12,6 persen, melampaui pertumbuhan industri secara keseluruhan masing-masing sebesar 3,1 dan 7,0 poin persentase," ujar Juru Bicara BSN, Fu Linghui.
Perusahaan di atas ukuran yang ditentukan merujuk pada perusahaan besar yang masing-masing memiliki omset bisnis utama tahunan setidaknya 20 juta yuan (sekitar 52 miliar rupiah).
Menurut data BSN, pada bulan April 2026 saja, output industri Tiongkok tumbuh 4,1 persen secara tahunan, dan naik 0,05 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Menurut data tersebut, dari segi sektor, nilai tambah sektor pertambangan Tiongkok meningkat sebesar 5,5 persen secara tahunan dalam empat bulan pertama tahun ini, sementara sektor manufaktur tumbuh sebesar 5,8 persen. Nilai tambah sektor produksi dan penyediaan listrik, panas, gas, dan air naik sebesar 4,5 persen.