New York, Bharata Online - Presiden Sierra Leone, Julius Maada Bio, telah menegaskan kembali komitmen negaranya untuk mematuhi kebijakan Satu Tiongkok.
Dalam wawancara baru-baru ini dengan China Media Group (CMG) di New York, Bio menekankan posisi negara Afrika Barat tersebut terkait masalah Taiwan di tengah kekhawatiran global atas pernyataan provokatif beberapa politisi terkait situasi di Selat Taiwan.
"Kami sangat teguh dalam komitmen kami terhadap kebijakan satu Tiongkok. Kami yakin bahwa itulah jalan keluarnya. Dan kebijakan satu Tiongkok itulah yang masih kami dukung," ujarnya.
Bio juga sepakat bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, dan masalah Taiwan murni urusan internal Tiongkok.
Presiden Sierra Leone itu berada di New York untuk memimpin debat terbuka tingkat tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB. Sierra Leone adalah Presiden Dewan Keamanan untuk bulan November 2025.
Tiongkok juga merupakan penjamin dan salah satu sponsor Resolusi Majelis Umum PBB 2758. Resolusi yang diadopsi pada 25 Oktober 1971 pada sidang ke-26 Majelis Umum tersebut "memutuskan untuk memulihkan semua haknya kepada Republik Rakyat Tiongkok dan mengakui perwakilan Pemerintahnya sebagai satu-satunya perwakilan sah Tiongkok di Perserikatan Bangsa-Bangsa", yang dengan khidmat menegaskan dan sepenuhnya mewujudkan prinsip Satu Tiongkok.