Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada hari Selasa (10/10) mengatakan Tiongkok meminta lembaga-lembaga multilateral dan kreditor komersial untuk mengambil bagian dalam restrukturisasi hutang Sri Lanka di bawah prinsip pembagian beban yang adil.
Sri Lanka mengumumkan penangguhan pembayaran utang luar negeri pada April 2022, ketika negara ini dilanda krisis keuangan terburuk sejak kemerdekaannya. Negara itu telah melakukan restrukturisasi utang luar negerinya sesuai dengan program Dana Moneter Internasional.
Ketika ditanya dalam sebuah konferensi pers harian di Beijing mengenai perkembangan terakhir dari penghapusan utang Sri Lanka, Juru Bicara tersebut menegaskan kembali kesediaan Tiongkok untuk membantu negara tersebut dalam mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosialnya.
"Sebagai tetangga yang bersahabat dan sahabat sejati, Tiongkok telah mengikuti dengan seksama kesulitan dan tantangan yang dihadapi Sri Lanka dan selalu memberikan bantuan untuk pembangunan ekonomi dan sosial sesuai dengan kemampuan kami. Sejak tahun lalu, lembaga keuangan Tiongkok yang relevan telah melakukan komunikasi yang erat dengan Sri Lanka mengenai utangnya kepada pihak Tiongkok, secara aktif melakukan konsultasi bilateral, memberikan dokumen dukungan pembiayaan kepada Sri Lanka secara tepat waktu, dan membantu Sri Lanka mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional. Sebagai pengamat, lembaga keuangan Tiongkok berpartisipasi dalam pertemuan para kreditur sepanjang waktu, menjaga komunikasi yang bersahabat dengan para kreditur lainnya dan berbagi kemajuan dalam penghapusan hutang. Pada akhir September, Bank Ekspor-Impor Tiongkok, sebagai kreditur resmi, mencapai kesepakatan awal dengan Sri Lanka dalam hal penghapusan hutang kepada Tiongkok," papar Wang.
Dia mencatat bahwa pihak Tiongkok akan melakukan upaya berkelanjutan untuk membantu Sri Lanka mengurangi beban utangnya dan mengatasi kesulitan.
"Kami juga senang melihat bahwa kreditur lain saat ini sedang mendiskusikan rencana penghapusan utang untuk Sri Lanka. Tiongkok akan terus mendukung lembaga keuangan Tiongkok dalam secara aktif menyelesaikan masalah utang dengan Sri Lanka, dan siap untuk bekerja sama dengan negara-negara yang relevan dan lembaga keuangan internasional untuk terus memainkan peran positif dalam membantu Sri Lanka mengatasi kesulitan saat ini, meringankan beban utangnya, dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Kami juga menyerukan kepada lembaga-lembaga multilateral dan kreditor komersial untuk mengambil bagian dalam restrukturisasi utang Sri Lanka berdasarkan pembagian beban yang adil," jelas Wang.