Bharata Online - Menjelang pertemuan Peimpin negara Tiongkok-AS yang sangat dinantikan, Tiongkok telah menegaskan kembali bahwa masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan utama, dan bahwa komitmen AS terhadap prinsip satu Tiongkok, adalah landasan politik bagi hubungan Tiongkok-AS.
Sun Taiyi, profesor madya ilmu politik di Universitas Christopher Newport, kepada CGTN mengatakan, signifikansi kesepakatan antara Tiongkok dan AS mengenai masalah Taiwan, dapat memiliki implikasi yang lebih luas di berbagai bidang, termasuk teknologi dan perdagangan, yang keduanya dianggap menonjol dalam pertemuan puncak mendatang.
Menurut Sun, sengketa ekonomi dan teknologi, meskipun serius, masih lebih mudah dikelola jika kedua belah pihak mempertahankan keyakinan, bahwa persaingan geopolitik akan tetap terkendali. Namun terkait kedaulatan, keamanan, atau konfrontasi militer menjadi tidak stabil, maka ketegangan di setiap domain lain dapat meningkat dengan cepat.
Penghormatan AS terhadap sikap Tiongkok mengenai masalah Taiwan, sangat penting untuk mempertahankan stabilitas strategis antara kedua belah pihak, karena hal itu memberikan landasan untuk kerja sama lebih lanjut.
Sun mengatakan, mempertahankan komunikasi yang jelas dan menghindari kesalahan perhitungan mengenai Taiwan, kemungkinan merupakan prasyarat terpenting untuk stabilitas yang lebih luas dalam hubungan Tiongkok-AS.
Wu Xinbo, direktur Pusat Studi Amerika di Universitas Fudan, juga menekankan pentingnya isu Taiwan, menggambarkannya sebagai "isu terpenting terkait diplomasi dan keamanan" dalam pertemuan dua presiden pada minggu ini.
Menurut Wu, bagaimana AS mendekati isu ini, bersama dengan upayanya untuk mengekang militerisasi kawasan Taiwan, akan memainkan peran penting dalam membentuk hubungan Tiongkok-AS.
Dia mengatakan, pihak AS harus benar-benar menghormati kepentingan inti Tiongkok, menghentikan penjualan senjata ke Taiwan, dan secara jelas menentang 'kemerdekaan Taiwan'. Jika langkah-langkah ini dapat diambil, akan membantu meningkatkan stabilitas strategis dalam hubungan Tiongkok-AS. (Sumber: CGTN)