BEIJING, Radio Bharata Online - Tindakan sepihak dan proteksionis yang ditujukan Amerika Serikat (AS) terhadap Tiongkok, menunjukkan hilangnya kepercayaan dan ketenangan di pihak Amerika Serikat, dan pasti akan gagal.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, pada hari Rabu dalam konferensi pers bersama, setelah ia dan Wakil Perdana Menteri Pakistan serta Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar, menghadiri putaran kelima Dialog Strategis Menteri Luar Negeri Tiongkok-Pakistan di Beijing.

Ketika diminta untuk mengomentari sanksi sepihak dan tarif tinggi yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Tiongkok baru-baru ini, Wang mengatakan, bahwa baru-baru ini, Amerika Serikat sering menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Tiongkok, menyalahgunakan tarif Pasal 301, dan secara obsesif menekan aktivitas ekonomi, perdagangan, dan teknologi normal Tiongkok, yang merupakan bentuk intimidasi hegemonik paling umum di dunia, saat ini.

Hal ini menunjukkan, bahwa individu-individu tertentu di Amerika Serikat menjadi tidak rasional, dalam upaya mereka mempertahankan hegemoni unipolar-nya.

Penindasan tidak bermoral terhadap Tiongkok oleh Amerika Serikat, tidak membuktikan kekuatan AS, namun sebaliknya justru memperlihatkan hilangnya kepercayaan dan ketenangan negara tersebut.  Wang menegaskan, perilaku seperti itu tidak membantu mengatasi permasalahan dalam negeri di Amerika Serikat, namun hanya mengakibatkan gangguan yang lebih besar terhadap operasi normal rantai industry, dan pasokan internasional.

Wang mengatakan, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah memperjelas, bahwa tarif Pasal 301 yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, melanggar peraturan WTO dan hukum internasional.  Orang-orang yang memiliki akal sehat dalam perdagangan internasional, juga percaya bahwa pendekatan AS hanya akan menimbulkan situasi kalah-kalah.

Sebagai salah satu anggota pendiri WTO, Amerika Serikat tidak hanya gagal memberikan contoh yang baik, namun malah memimpin dalam pelanggaran peraturan, dan membuat kesalahan demi kesalahan. (China.org)