BEIJING, Radio Bharata Online - Universitas Tsinghua yang bergengsi di Tiongkok, pada hari Rabu merilis laporan ketenagakerjaan untuk angkatan 2023. Institusi pendidikan tinggi ini mengungkapkan, bahwa 8 persen dari angkatan 2023 sekarang sedang belajar di luar negeri, berbeda dengan rumor yang beredar sejak lama, bahwa 80 persen lulusan Tsinghua pergi ke luar negeri.

Jumlah mahasiswa sarjana pada angkatan 2023 di Universitas Tsinghua adalah lebih dari 3.200 orang, sedangkan jumlah mahasiswa pasca sarjana lebih dari 5.200 orang.

Di antara mereka, 15,6 persen mahasiswa sarjana memilih untuk belajar di luar negeri, sementara 65,2 persen melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di dalam negri.

Asosiasi Alumni Tsinghua memiliki aplikasi untuk mengumpulkan informasi alumni, dan menyediakan layanan terkait. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sebagian besar alumni yang belajar di luar negeri dalam 20 tahun terakhir, telah kembali bekerja di sektor-sektor utama di Tiongkok.

Untuk angkatan 2023, sebanyak 83 persen lulusan mencari pekerjaan di sektor-sektor utama, yang terkait dengan perekonomian dan penghidupan masyarakat, termasuk berbagai sektor industri penting seperti teknologi pertahanan negara, manufaktur, energi, teknologi informasi dan komunikasi, administrasi dan jasa publik, institusi pendidikan tinggi, dan lembaga penelitian.

Selama dekade terakhir, tingkat pekerjaan lulusan Tsinghua di sektor-sektor utama di Tiongkok secara konsisten berada di atas 80 persen.

Data resmi menunjukkan, ada dua BUMN yang paling banyak mempekerjakan lulusan Tsinghua, yakni China Aerospace Science and Technology Corporation, dan State Grid Corporation of China. Sedangkan dua perusahaan swasta teratas yang mempekerjakan lulusan Universitas Tsinghua adalah BYD dan Huawei. Dan sekitar 53,8 persen lulusan memilih bekerja di luar Beijing.

Laporan Ketenagakerjaan menyebutkan, semakin banyak lulusan yang memilih untuk bekerja di bidang pertahanan nasional, dan di provinsi-provinsi serta wilayah-wilayah barat di negara tersebut, sehingga memberikan kontribusi pada bidang dan wilayah yang paling dibutuhkan. (Global Times)