Bharata Online - Badan seismologi negara Filipina, Phivolcs, meningkatkan kekuatan gempa bumi dahsyat yang mengguncang Perairan Mindanao pada Senin pagi, menjadi 7,8 skala Richter. Menurut media local, badan itu memperingatkan masyarakat akan gempa susulan, dan kemungkinan tsunami setelah gempa di lepas pantai tersebut.
Seperti dilaporkan Phil Star, setidaknya satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka akibat gempa bumi yang mengguncang Filipina.
Dalam sebuah peringatan, Phivolcs mengatakan "diperkirakan akan terjadi gelombang laut dengan ketinggian lebih dari satu meter di atas pasang surut normal, dan mungkin lebih tinggi di teluk dan selat tertutup.
Seorang karyawan di Kedutaan Besar Tiongkok di Filipina, kepada Global Times pada hari Senin mengatakan, bahwa kedutaan belum menerima laporan tentang warga negara Tiongkok yang terluka atau meninggal dunia dalam gempa bumi tersebut. Menurutnya, informasi yang relevan akan dirilis melalui saluran resmi.
Sementara Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok mengatakan, gempa bumi magnitudo 7,9 yang mengguncang Filipina pada Senin pukul 07.37 waktu Beijing, berpusat pada kedalaman 40 kilometer. Menurutnya, gempa bumi tersebut berpotensi tsunami dalam radius beberapa ratus kilometer dari pusat gempa, tetapi diperkirakan tidak akan berdampak besar di pantai Tiongkok.
Di Jepang, Japan Times melaporkan dikeluarkannya peringatan tsunami untuk daerah pesisir, yang membentang dari Prefektur Ibaraki hingga Prefektur Okinawa.
Konsulat Jenderal Tiongkok di Fukuoka Jepang, mengingatkan warga negara Tiongkok di pulau-pulau terpencil dan daerah pesisir Jepang, untuk memantau dengan saksama peringatan tsunami, setelah departemen meteorologi Jepang mengatakan gempa Filipina tersebut akan memicu tsunami mulai pukul 11:00, yang akan secara berturut-turut menghantam Pulau Miyako, Pulau Utama Okinawa, Kepulauan Amami, dan pantai timur Prefektur Miyazaki dan Kagoshima, dengan perkiraan ketinggian sekitar 1 meter.
Konsulat Jenderal mengingatkan warga negara Tiongkok untuk segera menjauhi pantai, pelabuhan, muara sungai, segera pindah ke tempat yang lebih tinggi, menyelesaikan persiapan bencana dan pengaturan evakuasi darurat, untuk memprioritaskan keselamatan pribadi. (Sumber: Global Times)