Sanya, Bharata Online - Anda pernah dengar sebuah tempat bernama Sanya Yazhou Bay Science and Technology City? Ini kawasan taman industri sains dan teknologi seluas 69,3 kilometer persegi yang menjadi salah satu pilar pembangunan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.
Terletak di Distrik Yazhou, bagian barat Kota Sanya, kawasan ini dirancang untuk mengubah Sanya dari destinasi wisata pesisir menjadi pusat riset dan inovasi teknologi tinggi nasional Tiongkok.
Kawasan terpadu ini berfokus pada dua pilar industri utama serta didukung oleh fasilitas penelitian modern, salah satunya adalah BGI Group, sebuah perusahaan terkemuka dunia di bidang pemetaan genom, sekuensing DNA, dan riset biologi molekuler.
BGI Group, singkatan dari Beijing Genomics Institute, juga merupakan salah satu organisasi riset dan perusahaan pemetaan genetik (genomics) terbesar di dunia. Berdiri sejak tahun 1999 untuk mewakili Tiongkok dalam konsorsium internasional Human Genome Project (dengan Tiongkok mengurusi 1% pemetaan genom manusia), BGI telah bertransformasi menjadi raksasa bioteknologi global yang menguasai seluruh ekosistem sekuensing DNA.
Menurut Richard Li, Senior Public Relation Manager BGI Group, selain manusia, fokus penelitian perusahaannya juga mencakup hewan dan tumbuhan, khususnya terkait tanaman pangan.
"Anda makan nasi, kan? Jadi nasi, sebenarnya, nasi yang kita makan hari ini berbeda dengan jutaan tahun yang lalu. Jadi, Anda lihat, saat ini, nasi sebenarnya adalah produk dari teknologi modern seukuran aslinya," ujarnya kepada para jurnalis ASEAN, peserta Tur Media "China Walk: Vibrant Hainan" 2026, Selasa (20/10).
Di sisi lain, Dr. Guangyu Liu, Peneliti di BGI-Research, menjelaskan bahwa benih padi yang baik menentukan seberapa banyak petani dapat memanen. Namun, pemuliaan tradisional seperti berjudi dengan pengalaman dan keberuntungan. Dibutuhkan 8 hingga 10 tahun untuk mengembangkan satu varietas, dan sebagian besar perkiraan meleset.
Kini, dengan teknologi multi-omik, BGI mampu melakukan pemindaian CT seluruh bagian pada genom, sehingga dapat menentukan target secara tepat. Setelah ditemukan adanya kelemahan pada genom tersebut, mereka memproses gen yang menjadi target pemetaan itu melalui jalur pengembangan molekuler otomatis untuk penyaringan dan validasi skala besar.
"Tujuan kami sederhana, membuat proses ini lebih cepat, lebih akurat, dan terpercaya. Jadi bagaimana caranya? Langkah pertama, temukan gen yang baik. Kita semua tahu bahwa DNA adalah buku kehidupan. Tugas kita adalah menemukan kalimat-kalimat kunci dalam buku itu. Kalimat-kalimat yang menentukan hasil panen, ketahanan terhadap penyakit, atau kualitas. Dulu, itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami," tuturnya.