Beijing, Radio Bharata Online - Multilateralisme adalah prinsip yang dipertahankan oleh Peru dan Tiongkok dalam menghadapi kalangan tertutup, kata Marco Balarezo, Duta Besar Peru untuk Tiongkok dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) di Beijing pada hari Senin (24/6), menjelang kunjungan kenegaraan lima hari Presiden Dina Ercilia Boluarte Zegarra yang dimulai pada hari Selasa (25/6).
Balarezo berbagi pandangannya mengenai konsensus yang telah dicapai Peru dan Tiongkok untuk mempromosikan dan mempertahankan kerja sama terbuka di kawasan Asia-Pasifik.
Ia menekankan bahwa konsensus tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip, dan menguraikan apa saja prinsip-prinsip tersebut.
"Kita harus mempertahankan tatanan internasional berdasarkan hukum internasional. Dan hukum internasional, salah satunya, diwakili oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kita harus menjunjung tinggi semua perjanjian dan norma-norma hukum internasional yang telah kita tandatangani dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, multilateralisme dipertahankan untuk melawan lingkaran tertutup, atau regionalisme tertutup. Kami percaya bahwa ada proses integrasi regional, tetapi proses tersebut bersifat terbuka. Hal ini membantu multilateralisme di tingkat ekonomi dan komersial. Kami mendukung multilateralisme dan globalisasi yang inklusif. Masalah dan konflik harus diselesaikan secara damai. Ini adalah prinsip-prinsip dasar yang kami dan Tiongkok pertahankan," jelas Balarezo.
Ia secara khusus menyoroti perdagangan dalam multilateralisme.
"Kami ingin mendukung dan mempertahankan Organisasi Perdagangan Dunia. Kami ingin WTO menjadi lebih kuat, direformasi dan mampu menjalankan fungsi yang menjadi tujuan pembentukannya. Jadi, seperti yang saya katakan, kami percaya pada multilateralisme, kami percaya pada perdagangan bebas, kami percaya pada glotalisasi inklusif. Kami percaya bahwa rantai pasokan tidak boleh terputus. Dan kami berharap untuk dunia yang damai, dunia yang penuh pengertian dan dunia yang aman. Hubungan antara Tiongkok dan Peru dibangun di atas rasa hormat, kepercayaan, saling menguntungkan, solidaritas, dan saling pengertian," ujar Balarezo.
Sebagai negara penting di Amerika Latin, Peru telah menjalin kemitraan strategis yang komprehensif dengan Tiongkok.
Sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik lebih dari setengah abad yang lalu, hubungan bilateral telah mengalami kemajuan yang stabil dan hasil kerja sama yang bermanfaat telah dicapai di berbagai bidang, yang membawa manfaat nyata bagi kedua bangsa.