BEIJING, Radio Bharata Online - Pembangunan berkualitas tinggi Tiongkok yang menampilkan transisi digital dan ramah lingkungan, telah memberikan dukungan penting bagi perdagangan jasa, dan membuka ruang baru bagi perusahaan asing.
Pameran Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok (CIFTIS) 2023 di Beijing, pada tanggal 2 hingga 6 September, memberikan dorongan pada aspek digital dan ramah lingkungan, sebagai fitur utama dari acara tersebut.
Teknologi digital, termasuk Internet of Things (IOT), kecerdasan buatan (AI), dan blockchain, telah menjadi titik terang dalam pameran perdagangan jasa tahun ini, dimana perusahaan multinasional berbondong-bondong memanfaatkan peluang tersebut.
Intel Tiongkok yang berpartisipasi dalam pameran CIFTIS untuk kedua kalinya, memamerkan teknologi dan solusi di bidang AI, komputer pribadi, pusat data, dan penjualan ritel cerdas.
Zhou Bing, wakil presiden Intel mengatakan, tahun ini CIFTIS menawarkan vitalitas dan peluang baru. Dia menambahkan bahwa perusahaan telah mengumumkan kerja sama dengan banyak mitra Tiongkok, di pameran tersebut.
Perekonomian digital Tiongkok melampaui 50 triliun yuan (sekitar 6,96 triliun dolar AS) untuk pertama kalinya pada tahun 2022, yang menyumbang pada 41,5 persen PDB.
Pada paruh pertama tahun ini, perdagangan jasa yang dilakukan secara digital di Tiongkok meningkat sebesar 12,3 persen YoY, 3,8 poin persentase lebih tinggi dari total tingkat pertumbuhan perdagangan jasa.
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan pada hari Sabtu bahwa 16 taman e-commerce lainnya, akan terdaftar sebagai basis demonstrasi e-commerce nasional tahun ini di CIFTIS yang sedang berlangsung.
Sementara itu Zhao Bingdi, presiden Panasonic Corporation of China mengatakan, CIFTIS 2023 memainkan peran teladan yang penting dalam bidang-bidang utama, seperti transformasi ramah lingkungan dan rendah karbon.
Pada CIFTIS 2023, Tiongkok mengumumkan akan membentuk pasar perdagangan pengurangan emisi gas rumah kaca nasional secara sukarela, dan mendukung peran sektor jasa dalam pembangunan ramah lingkungan.
Menurut Michael Bi, Managing Partner EY Greater China Markets, langkah Tiongkok yang gencar mendorong pengembangan transformasi ramah lingkungan, semakin memperluas ruang pengembangan pasar bagi perusahaan asing, dan mendorong pertumbuhan perdagangan baru. (CGTN)