Hainan, Bharata Online - Para perwakilan media dan jurnalis internasional dari berbagai negara mitra, termasuk kawasan ASEAN, berkesempatan untuk mengunjungi tiga tempat ikonik di Hainan, yakni Desa Maona, Wuzhan Area, dan Hainan Ocean Paradise Resort pada hari ke-3 "China Walk: Vibrant Hainan" 2026, Rabu (22/10).
Di lokasi pertama, mereka diajak untuk menelusuri Desa Maona, sebuah desa yang dihuni oleh mayoritas suku minoritas Li yang kini menjadi salah satu percontohan sukses revitalisasi pedesaan (rural revitalization) berbasis ekowisata di Tiongkok.
Desa yang terletak di Kecamatan Shuiman, Kota Wuzhishan, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan itu terkenal dengan produksi teh daun besar khas Gunung Wuzhi (Wuzhishan large-leaf tea). Pengunjung dapat memetik daun teh langsung di kebun, mempelajari cara pembuatan teh tradisional suku Li, dan menikmati hidangan teh lokal.
"Mereka dapat mengolah teh yang mereka tanam dan menjualnya di kios mereka sendiri, atau mereka dapat mengumpulkan makanan khas lokal yang unik dari pegunungan, seperti Ganoderma lucidum liar (jamur Lingzhi) dan buah persik lima jari, untuk dijual kepada wisatawan yang mengunjungi desa, sehingga meningkatkan pendapatan mereka," ujar Liu Haoran, Penanggung Jawab Desa Maoan.
Setelah Maona, para jurnalis diajak untuk menjelajahi Wuzhishan Area di Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan. Terletak di wilayah tengah Pulau Hainan, Tiongkok, Wuzhishan (Gunung Lima Jari) merupakan mahakarya ekologis yang menjadi bagian penting dari Hainan Tropical Rainforest National Park. Area ini bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan benteng pertahanan keanekaragaman hayati dan paru-paru hijau bagi wilayah tersebut.
Terakhir, mereka berkesempatan untuk mengunjungi Blue Ocean Conservation and Rescue Center, sebuah fasilitas rehabilitasi, karantina, dan penyelamatan satwa laut yang berlokasi di kompleks Hainan Ocean Paradise Resort, Kabupaten Lingshui, Hainan, Tiongkok Selatan.
Pusat ini bertanggung jawab menangani hewan laut yang terdampar, terluka, atau sakit di sekitar perairan Hainan dan Laut Tiongkok Selatan. Setelah dirawat dan pulih, hewan-hewan tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
"Dalam lima tahun sejak kami memulai pusat penyelamatan ini, kami telah membantu merawat lebih dari 200 hewan laut, terutama paus," ujar Lu Ziqian, General Manager Hainan Ocean Paradise Resort.
Rangkaian kegiatan hari ke-3 ini pun akhirnya ditutup dengan atraksi 5.000 drone dan kembang api untuk menyambut para peserta "China Walk: Vibrant Hainan" 2026.