Lingshui, Bharata Online - Anda pernah mendengar soal Hainan Lingshui Li'an International Education Innovation Pilot Zone? Ya, zona percontohan yang didirikan bersama oleh Kementerian Pendidikan dan Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan, pada Juni 2020 ini merupakan satu-satunya dari 13 kawasan industri utama di Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/FTP) Hainan yang memiliki misi inti berfokus pada keterbukaan sektor pendidikan.

Zona ini memfasilitasi kerja sama pendidikan antara Tiongkok dan pihak asing, serta pendirian institusi pendidikan independen oleh entitas asing, guna membangun struktur akademik bertingkat yang mencakup jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.

Secara strategis, zona percontohan ini dirancang untuk selaras dengan kebutuhan pengembangan FTP Hainan melalui pembentukan kerangka kebijakan dan kelembagaan yang kokoh bagi keterbukaan pendidikan yang memiliki daya saing internasional.

Prinsip utama yang diusung oleh zona ini adalah "Belajar di Hainan sama dengan Kuliah di Luar Negeri". Tujuannya adalah memungkinkan mahasiswa lokal maupun internasional untuk menikmati standar pendidikan internasional, kurikulum berkualitas tinggi, serta meraih gelar ganda (dual degree) atau gelar asing tanpa harus pergi ke negara barat.

Zona ini juga bertujuan untuk menjadi tolok ukur baru bagi keterbukaan pendidikan Tiongkok, sarana uji coba bagi reformasi dan inovasi pendidikan, wadah pertukaran pendidikan lintas budaya dan pembelajaran timbal balik, platform utama untuk mengembangkan pasar konsumsi pendidikan internasional, kawasan percontohan bagi pengembangan terpadu antara sektor pendidikan, sains, teknologi, industri, dan ruang perkotaan, serta gerbang vital bagi keterbukaan pendidikan Tiongkok.

Dengan demikian, zona ini menyediakan dukungan talenta yang esensial dan momentum inovatif yang diperlukan bagi pengembangan berkualitas tinggi di Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.

Menurut Charlene Trischabelle, mahasiswa asal Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan S1 di zona ini, pengalaman belajar di Tiongkok menjadi modal besar bagi dirinya untuk terus berkembang di masa depan, terlebih bahasa mandarin memiliki posisi strategi di dunia saat ini.  

"Terutama Tiongkok kan sangat maju di bidang infrastrukturnya, ekonominya, banyak hal dari Tiongkok yang bisa kita tiru. Jadi dengan belajar di Tiongkok, menurutku kita bisa jadi lebih berkembang ke depannya. Lalu apalagi sekarang bahasa Tiongkok itu sangat-sangat penting, karena banyak sekali orang Tiongkok yang berbisnis semuanya pakai bahasa Tiongkok. Jadi belajar bahasa itu menurutku penting banget," ujar gadis berusia 19 tahun tersebut.  

Selain itu, kuliah di Hainan Lingshui Li'an International Education Innovation Pilot Zone memberikan motivasi lebih bagi mahasiswa Indonesia untuk senantiasa belajar lebih giat. Pasalnya, jika tidak mampu mengikuti atmosfer belajar di sana, mereka akan tertinggal dengan mahasiswa-mahasiswa internasional lainnya yang lebih rajin.  

"Soalnya di sini kan kita dipisah (kelasnya) nih, terus kita kelasnya sama anak-anak internasional lain, terus kita liat anak-anak internasional lain tuh rajin-rajin banget juga semuanya. Vietnam, Hong Kong, semua rajin-rajin. Jadi bagaimana pun juga pasti kita terdorong untuk sendirinya belajar dan jangan sampai ketinggalan gitu sama mereka," kata Keira Tania, mahasiswa Indonesia lainnya.