Sichuan, Radio Bharata Online - Populasi panda raksasa di alam liar Tiongkok telah meningkat dari sekitar 1.100 ekor menjadi hampir 1.900 ekor dalam kurun waktu empat dekade, berkat upaya konservasi selama bertahun-tahun dan kerja sama internasional yang semakin intensif, demikian disampaikan oleh Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional Tiongkok pada hari Selasa (23/1).
Menurut pemerintah, Tiongkok mendirikan Taman Nasional Panda Raksasa pada Oktober 2021, yang tersebar di provinsi Sichuan, Shaanxi, dan Gansu, dengan total luas lebih dari 22.000 kilometer persegi, untuk memberikan perlindungan ketat terhadap sekitar 72 persen populasi panda raksasa liar.
Data dari pemerintah Tiongkok menunjukkan bahwa kawasan lindung habitat panda raksasa telah berkembang dari 1,39 juta hektar menjadi 2,58 juta hektar sejak tahun 2012, yang secara efektif menjaga keamanan dan perkembangan populasi panda liar yang berkelanjutan.
International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mengubah status keterancaman panda raksasa dari "terancam punah" menjadi "rentan".
Data pemerintah Tiongkok mengungkapkan bahwa terlepas dari populasi liar, populasi panda raksasa di penangkaran di seluruh dunia kini mencapai 728 ekor, dengan 46 ekor panda berhasil dikembangbiakkan di penangkaran tahun lalu.
Panda raksasa bukan hanya hewan liar yang dilindungi kelas satu di Tiongkok, tetapi juga dicintai oleh orang-orang di seluruh dunia, dengan 56 ekor di antaranya tinggal di luar negeri. Sejak tahun 1990-an, Tiongkok telah berkolaborasi dalam konservasi panda raksasa dengan 26 lembaga dari 20 negara, dengan 68 anak panda raksasa dari 41 ekor yang lahir di luar negeri sejauh ini.
Pada akhir tahun lalu, 18 negara termasuk Jepang, Amerika Serikat, Thailand, Australia, dan Belanda melakukan penelitian kolaboratif dalam konservasi panda raksasa dengan Tiongkok.