BEIJING, Bharata Online - Seiring semakin terintegrasinya robot humanoid ke dalam kehidupan sehari-hari, pengembangannya kini mencakup fase pendidikan yang penting—pelatihan. Di distrik Shijingshan, Beijing, Pusat Pelatihan Data Robot Humanoid Beijing Fase II, fasilitas terbesar sejenisnya di Tiongkok, berfungsi sebagai "sekolah" tempat robot menjalani pembelajaran berbasis skenario sebelum digunakan.

Terbentang di dua lantai, pusat ini mereplikasi lingkungan produksi dan kehidupan dunia nyata dalam skala penuh, mulai dari penyortiran gulungan dan pengemasan paket hingga memasak dan pengaturan kamar tidur. Setiap modul pelatihan, atau "sel," bersifat modular dan sering dikonfigurasi ulang untuk mencerminkan beragam konteks operasional.

Model utama yang sedang dilatih adalah "Kuafu," robot humanoid setinggi 1,66 meter. Pelatihan dilakukan dalam pengaturan "kelas kecil," dengan setiap robot ditugaskan dua pelatih manusia. "Sama seperti anak-anak yang membutuhkan latihan berulang untuk berjalan, robot harus berlatih secara ekstensif di berbagai skenario untuk membangun kecerdasan fungsional," kata Zhu Kai, kepala pusat pelatihan.

Dia menjelaskan bahwa pusat tersebut mengatasi hambatan utama dalam industri robotika: kurangnya data terstruktur berkualitas tinggi. Pelatihan berbasis skenario menghasilkan data yang secara sistematis dibersihkan, diberi label, dan disuplai ke perusahaan untuk pengembangan model skala besar.

Mengapa pelatihan robot harus disentralisasi?

Para pelatih melatih robot humanoid.

Zhu mengatakan bahwa pelatihan sebelumnya dilakukan secara independen oleh masing-masing perusahaan, mirip dengan lokakarya skala kecil, yang menyebabkan data yang tidak konsisten dan seringkali berkualitas rendah. Sebaliknya, produksi data yang terpusat dan terstandarisasi memungkinkan terciptanya kumpulan data berkualitas tinggi dan hemat biaya yang bermanfaat bagi seluruh industri.

Menurut perkiraan, pusat pelatihan ini dapat menghasilkan beberapa juta entri data berkualitas tinggi setiap tahunnya. Pusat ini juga merupakan bagian dari model pengumpulan data lintas wilayah berskala nasional yang terhubung dengan lokasi pelatihan di kota-kota seperti Suzhou, Jinan, Hefei, dan Zhengzhou.

Apa yang dipelajari robot di kelas?

Di salah satu zona pengumpulan data, pelatih Shi Xuanyu dan Han Weiqi berkolaborasi untuk mengajari robot tugas "pengemasan pelindung," bagian dari kategori skenario rumah pintar. Dengan mengenakan headset realitas virtual (VR) dan menggunakan pengontrol genggam, Han memandu robot dari jarak jauh untuk menempatkan plastik gelembung ke dalam kotak dan memasukkan remote control, sementara Shi memantau dan merekam data dari terminal komputer. Kedua pelatih berganti peran setelah beberapa jam untuk memastikan ketepatan dan konsistensi.

Seorang pelatih melatih robot humanoid.

Di pusat pelatihan, robot memulai dengan memilih "jurusan" dari empat kategori utama, termasuk manufaktur industri, aplikasi rumah pintar, layanan perawatan lansia, dan skenario terintegrasi 5G, yang mencakup total 16 disiplin ilmu khusus.

Shi dan Han, yang dianggap sebagai pelatih terbaik di pusat tersebut, biasanya membutuhkan tujuh atau delapan hari untuk membimbing robot melalui satu skenario. Pusat tersebut mempekerjakan 110 staf, sebagian besar lahir pada tahun 2000-an. "Pelatihan membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail," kata Shi. Misalnya, mengajari robot untuk meletakkan wajan di atas kompor melibatkan 1.250 pengulangan -- setiap gerakan dicatat secara tepat untuk meningkatkan koordinasi robot dan secara bertahap meniru kinerja seperti manusia.

Sejauh ini, robot yang dilatih di pusat tersebut telah memperoleh lebih dari 20 keterampilan operasional, termasuk penanganan material, inspeksi, dan pengiriman, dengan tingkat keberhasilan tugas melebihi 95 persen.

Apa yang terjadi pada robot-robot ini setelah "lulus"?

Sebuah layar elektronik di pusat pelatihan menyoroti penempatan beberapa "lulusan berprestasi." Beberapa di antaranya bekerja sebagai penangan material di pabrik-pabrik produsen mobil Tiongkok, China FAW Group Co., Ltd., kurir di Shenzhen Capital Group, petugas inspeksi listrik di China Southern Power Grid Co., Ltd., atau pemandu layanan di Zhongguancun Forum, sebuah platform tingkat negara untuk inovasi, pertukaran, dan kerja sama teknologi tinggi global.

Salah satu faktor kunci di balik kemampuan kerja mereka adalah pelatihan praktis berbasis skenario yang diberikan oleh pusat tersebut. Lingkungan yang direplikasi di fasilitas tersebut mencerminkan operasi dunia nyata -- mulai dari lini produksi cerdas ZTE dan bengkel otomotif FAW Group hingga sistem logistik raksasa logistik Tiongkok SF Express dan operasi pengemasan sampo Unilever.

Seiring semakin banyak perusahaan yang berupaya mengintegrasikan robot humanoid ke dalam operasi rutin, dan seiring industri memasuki fase perkembangan pesat, semakin banyak robot yang dilatih di pusat ini diharapkan akan memasuki rumah dan industri di seluruh negeri, melayani berbagai sektor di masyarakat.[People's Daily]