Rudong, Radio Bharata Online -  Provinsi-provinsi pesisir Tiongkok berinvestasi besar-besaran pada pembenihan biota laut lepas pantai dalam upaya meningkatkan keanekaragaman hayati laut dan memulihkan ekosistem lokal.

Di beberapa provinsi, upaya telah dilakukan untuk membudidayakan benih ikan yang ditangkap dari perairan setempat, terutama spesies yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, dengan harapan bahwa ikan yang dilepasliarkan ini dapat meningkatkan stok ikan di perairan setempat sekaligus memberikan keuntungan yang lebih tinggi bagi nelayan setempat.

Di Kabupaten Rudong, Provinsi Jiangsu, Lembaga Penelitian Perikanan Laut setempat telah berhasil mengawetkan lebih dari sepuluh jenis ikan yang bernilai ekonomi, termasuk ikan croaker kuning besar dan kecil, untuk dilepaskan kembali ke laut. Inisiatif ini membantu membangun sumber daya ikan laut.

"Memimpin di Jiangsu, kami telah menguasai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melestarikan ikan liar hidup. Kami memelihara mereka di dalam ruangan dan melatih mereka untuk menerima makanan buatan. Lebih dari 120 juta bibit ikan croaker kuning besar telah dilepaskan ke Laut Kuning," kata Zhu Fei, peneliti di Institut Penelitian Perikanan Laut Jiangsu (Rudong).

Sejak tahun 2009, Kabupaten Rudong telah mengintensifkan upaya pembiakannya, melepaskan biota laut yang cocok untuk perairan setempat guna memulihkan sumber daya hayati. Selain itu, lebih dari 10 juta yuan (sekitar 1,38 juta dolar) telah diinvestasikan untuk melestarikan dan memulihkan dataran lumpur pesisir dan membangun habitat burung.

Di Kota Binzhou, Provinsi Shandong, inisiatif peternakan laut lokal membiakkan tiram yang membantu menyerap karbon dioksida di area seluas lebih dari 66,67 juta meter persegi.

“Selain tiram sungai, kami telah berhasil melakukan pembiakan mandiri empat jenis kerang, termasuk tiram triploid, kerang darah, dan kerang leher pendek. Setiap tahun, kami melepaskan lebih dari 30 miliar kerang dewasa, mendorong diversifikasi dan koordinasi perkembangan kehidupan laut,” kata Zheng Shuhe, peneliti di Binhe Marine Fisheries Research Institute.

Diperkirakan total hasil kerang laut dari Binzhou melebihi 220.000 ton, menyerap jumlah karbon dioksida yang setara, sehingga mencapai peningkatan ganda dalam manfaat ekonomi dan ekologi.