Beijing, Bharata Online - Tiongkok dan Amerika Serikat telah menjaga komunikasi yang erat dan kerja sama praktis dalam upaya pemberantasan narkotika dan mencapai hasil yang signifikan sejak kedua kepala negara bertemu di Busan, Korea Selatan, Oktober lalu, kata seorang pejabat anti-narkoba Tiongkok pada hari Rabu (17/6).
Pada konferensi pers yang diadakan oleh Kantor Komisi Pengendalian Narkotika Nasional Tiongkok, Wei Xiaojun, Wakil Direktur Eksekutif kantor tersebut dan Kepala Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, mengatakan kedua negara terus memajukan kerja sama di berbagai bidang termasuk penjadwalan zat, pengendalian bahan kimia, pertukaran intelijen, investigasi bersama, penghapusan informasi daring ilegal, penangkapan dan transfer buronan, anti pencucian uang terkait narkoba, dan pertukaran teknologi pengujian narkoba.
"Kedua belah pihak telah melakukan banyak pertukaran kelembagaan dan kerja sama praktis. Kami menjaga komunikasi dengan departemen kebijakan AS seperti Kantor Kebijakan Pengendalian Narkoba Nasional, secara teratur saling memberi informasi tentang kemajuan pekerjaan, dan membahas prioritas untuk kerja sama langkah selanjutnya. Dengan lembaga penegak hukum AS seperti Badan Penegakan Narkoba (DEA), Biro Investigasi Federal (FBI), dan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), kami telah bersama-sama menangani banyak kasus dan bekerja sama dalam pemulangan buronan terkait narkoba," ujar Wei.
Tiongkok juga telah mengambil langkah aktif untuk mengatasi masalah yang melibatkan pengalihan bahan kimia prekursor non-terjadwal ke saluran pembuatan narkoba ilegal di Amerika Utara.
Pada November 2025, Tiongkok menambahkan 13 jenis prekursor zat terkait fentanyl ke daftar kontrol ekspor, dan menambahkan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ke Katalog Negara (Wilayah) Tertentu, kata Wei. Pada Mei tahun ini, tiga jenis prekursor zat terkait fentanil ditambahkan ke daftar yang berkaitan dengan tiga negara yang disebutkan sebelumnya.
Otoritas bea cukai Tiongkok telah memperkuat pengawasan ekspor dan penilaian risiko produk kimia terkait.
Untuk memerangi perdagangan bahan kimia prekursor yang dikendalikan dan tidak terjadwal, zat psikoaktif baru, dan bahan kimia sensitif lainnya, Tiongkok telah melakukan beberapa kampanye penegakan hukum nasional yang menargetkan penyelundupan ilegal bahan-bahan tersebut ke luar negeri, tambah Wei.
Menurutnya, pihak AS telah berbicara positif tentang kerja sama kontra-narkotika bilateral dalam beberapa kesempatan. Ia juga menambahkan bahwa Tiongkok juga telah menyelidiki sejumlah kasus berdasarkan informasi dan petunjuk yang diberikan oleh pihak AS.