TANGREN, Bharata Online - Persiapan meriah untuk membuat kue beras merah sebagai sambutan Tahun Baru Imlek, atau Festival Musim Semi, telah dimulai di Desa Wengbei, Kota Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, dengan penduduk desa berkumpul bersama di tengah tawa dan sukacita.
Sebagai makanan tradisional di Tongren, kue beras merah menggunakan beras ketan sebagai bahan utama dan beras biasa sebagai bahan tambahan, dan dibuat melalui beberapa tahapan termasuk menggiling beras, menyiapkan pasta pati, menguleni adonan, menggulungnya dalam beras merah, dan terakhir mengukusnya.
Selama proses tersebut, pigmen merah yang dapat dimakan digunakan untuk mewarnai beras, menghasilkan produk jadi dengan warna merah cerah, bentuk bulat, dan rasa yang lembut, kenyal, dan manis.

Kue bras merah terlihat di Desa Wengbei, Kota Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, pada 8 Januari 2026. /Pusat Konvergensi Media Tongren

Kue beras merah terlihat di Desa Wengbei, Kota Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, pada 8 Januari 2026. /Pusat Konvergensi Media Tongren

Warga desa membuat kue beras merah di Desa Wengbei, Kota Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, pada 8 Januari 2026. /Pusat Konvergensi Media Tongren

Anak-anak menikmati kue beras merah di Desa Wengbei, Kota Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, pada 8 Januari 2026. /Pusat Konvergensi Media Tongren
Kue beras merah merupakan makanan pokok dalam festival-festival besar di daerah setempat, melambangkan kemakmuran dan reuni keluarga. Selain Festival Musim Semi, kue ini juga dibuat untuk acara-acara seperti pernikahan dan perayaan ulang tahun, melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Teknik pembuatannya telah diwariskan hingga saat ini, dengan beberapa keluarga membuat puluhan kati setiap tahunnya, dan kue ini terus dicintai oleh orang-orang dari segala usia. [CGTN]