Gansu, Radio Bharata Online - Tim konstruksi terus membangun tempat penampungan bagi penduduk yang mengungsi akibat gempa bumi di Provinsi Gandsu, barat laut Tiongkok karena lebih banyak pasokan telah tiba dan didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.
Menurut Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok (CENC), gempa berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang Kabupaten Jishishan, Prefektur Otonomi Linxia Hui, Gansu, pada pukul 23.59 Senin.
CENC mengatakan bahwa pusat gempa, dengan kedalaman 10 km, dipantau pada 35,7 derajat lintang utara dan 102,79 derajat bujur timur.
Rumah-rumah dari 855 rumah tangga di Desa Meipo, Kota Dahejia, beberapa kilometer dari pusat gempa, mengalami kerusakan dalam berbagai tingkatan, dan membuat para penduduk mengungsi.
Kelompok pertama dari 36 rumah berstruktur baja sementara telah dirakit pada hari Rabu (20/12) pagi di desa tersebut, dan prioritas diberikan untuk mengakomodasi para lansia, anak-anak, dan orang sakit. Tim konstruksi terus merakit 130 rumah struktur baja sementara lainnya di desa tersebut pada hari Kamis (21/12).
Masing-masing rumah sementara ini memiliki luas lantai 18 meter persegi dan dilengkapi dengan kompor, seprai, dan kebutuhan sehari-hari, yang dapat menampung hingga 10 orang dan menyediakan tempat berlindung sementara yang hangat.
"Semuanya sudah disiapkan untuk kami saat kami pindah kemarin (Rabu). Tempat tidur sudah disiapkan. Kompor sudah disiapkan. Api sudah dinyalakan. Makanan sudah siap," ujar seorang warga Desa Meipo.
Selain Desa Meipo, 10 desa lain yang terkena dampak parah di Dahejia juga sedang melakukan upaya pembangunan rumah sementara. Diharapkan 3.000 rumah sementara tambahan akan selesai sebelum Rabu mendatang, sehingga masyarakat yang mengungsi akibat gempa dapat tetap hangat melawan cuaca dingin.
Menurut Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok, 135.500 barang bantuan, termasuk tenda katun, tempat tidur gulung, selimut dan penghangat ruangan, telah dikirim ke dua provinsi yang terkena dampak, Gansu dan Qinghai, pada hari Kamis (21/12) sore.
Pada saat yang sama, tim penyelamat mempercepat upaya rekonstruksi pascabencana, termasuk pembersihan lumpur dan pembersihan jalan, serta investigasi dan eliminasi risiko.
Menurut kementerian tersebut, sejak gempa bumi, 2.042 penyelamat dari tim penyelamat kebakaran komprehensif nasional dan 208 penyelamat dari empat tim penyelamat darurat produksi keselamatan telah terlibat dalam operasi penyelamatan dan bantuan di daerah-daerah yang terkena dampak bencana.
Kementerian tersebut, bekerja sama dengan Komisi Pengawasan dan Penatausahaan Aset BUMN, juga telah mengaktifkan mekanisme koordinasi darurat di antara badan usaha milik negara (BUMN), untuk mengirimkan pasukan penyelamat teknik BUMN dari daerah sekitar ke daerah yang terkena dampak.
Sebanyak 1.155 anggota dari 41 tim penyelamat dan 386 unit peralatan penyelamat dari tujuh BUMN dan dua perusahaan manufaktur peralatan telah terlibat dalam pembersihan jalan, identifikasi bangunan berbahaya, pembuangan aliran puing-puing, dan pemulihan listrik sepanjang waktu.
Hingga pukul 17:00 pada hari Kamis (21/12), tim telah membersihkan 52 jalan sepanjang 172 kilometer di daerah yang terkena dampak di Kabupaten Jishishan di Gansu dan Kabupaten Minhe di Qinghai.
Pekerjaan pendukung lainnya juga dilakukan secara bersamaan. Di Kabupaten Jishishan, ada 60 siswa yang akan mengikuti ujian masuk pascasarjana. Biro pendidikan prefektur telah menghubungi mereka masing-masing untuk memberikan bantuan. Otoritas terkait mengatur transportasi untuk 10 orang yang membutuhkan dari Jishishan ke Kota Linxia, tempat mereka akan mengikuti ujian.