Jakarta, Radio Bharata Online - Upaya Tiongkok dalam memajukan reformasi dan keterbukaan mendorong pembangunan berkualitas tinggi dan menjadi model global untuk mencapai kesejahteraan bersama, kata peneliti kebijakan dari seluruh dunia.

Shakeel Ramay, CEO Asian Ecological Civilization Research and Development Institute di Pakistan, menggarisbawahi peran Tiongkok dalam mempromosikan penyebaran global kemajuan teknologi utama.

"Tiongkok berfokus pada pembangunan berkualitas tinggi dan memberikan dorongan pada inovasi serta membuat tujuan yang baik untuk penyebaran teknologi. Jika kita mampu memperdalam reformasi dan menghadirkan lingkungan baru yang kondusif, saya yakin Tiongkok akan melampaui pertumbuhan PDB 5 persen pada tahun 2024," kata Ramay.

Calvin Khoe, seorang rekan peneliti di Foreign Policy Community of Indonesia, menekankan kontribusi Tiongkok dalam meningkatkan transportasi dan konektivitas di negara lain, khususnya menunjuk pada sistem kereta api cepat Indonesia, yang dibangun dengan dukungan Tiongkok.

"Proyek kereta cepat telah menjadi standar baru bagi Tiongkok untuk memberi tahu seluruh dunia, 'hei, saya bisa membangun di Indonesia, mungkin juga saya membangun di Malaysia, saya akan membangun di tempat lain," kata Khoe.

Membahas pembangunan hijau, Kigbaja Salifo Kouli, Sekretaris Jenderal Pusat Penelitian dan Pengembangan Tiongkok-Pantai Gading, memuji kepemimpinan Tiongkok dalam energi hijau, yang menurutnya menjanjikan manfaat signifikan bagi negara-negara Afrika.

"Reformasi ekonomi sangat penting untuk memposisikan Tiongkok di panggung global. Dan saya yakin bahwa negara-negara Afrika dapat memperoleh manfaat dari reformasi yang akan datang ini untuk tahun-tahun mendatang. Tiongkok adalah negara terdepan dalam panel surya dan energi terbarukan. Potensi di sektor-sektor ini sangat tinggi. Jadi, saya yakin bahwa negara-negara Afrika dapat memperoleh manfaat dari teknologi baru ini," katanya.