Beijing, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan strategis Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, hubungan kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis Tiongkok-Rusia di era baru tetap berfungsi pada tingkat tinggi.
Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral PKT, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers pada haris Kamis (7/3) di sela-sela sesi ke-2 Kongres Rakyat Nasional ke-14 di Beijing.
"Saling percaya politik antara Tiongkok dan Rusia terus memperdalam dan saling melengkapi keuntungan satu sama lain dalam perjalanan kerja sama yang saling menguntungkan, dan antusiasme untuk memperluas kontak antara masyarakat kedua negara semakin meningkat. Pada tahun 2023, omset perdagangan luar negeri Tiongkok-Rusia mencapai rekor tertinggi sebesar 240 miliar dolar AS (sekitar 3.760 triliun rupiah), membuat target peningkatan omset perdagangan bilateral menjadi 200 miliar dolar AS (sekitar 3.133 triliun rupiah) tercapai lebih cepat dari jadwal. Bahan bakar biru Rusia dipasok ke keluarga biasa di Tiongkok, dan mobil-mobil Tiongkok melaju di jalanan Rusia. Semua ini menunjukkan betapa kuat dan menjanjikannya kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara," ujar Wang.
"Pilihan strategis yang mendukung pemeliharaan dan pengembangan hubungan Tiongkok-Rusia telah dibuat oleh kedua belah pihak sesuai dengan kepentingan mendasar rakyat mereka dan sejalan dengan kebutuhan untuk mengikuti tren zaman. Sebagai negara besar di dunia dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok dan Rusia telah menciptakan standar hubungan yang sama sekali baru di antara negara-negara besar, tidak seperti stereotip Perang Dingin, bebas dari konfrontasi blok dan tidak ditujukan kepada pihak ketiga, yang bertujuan untuk bertetangga yang baik dan abadi, persahabatan, dan kerja sama strategis yang mendalam. Di dunia saat ini, hegemoni tidak mendapat dukungan, perpecahan tidak memiliki prospek, permusuhan antara kekuatan besar tidak akan ada gunanya, dan kambuhnya Perang Dingin tidak boleh dibiarkan. Hubungan Tiongkok-Rusia sejalan dengan tren zaman, yaitu multipolaritas dunia dan demokratisasi hubungan internasional, dan sangat penting untuk menjaga stabilitas strategis global, mendorong interaksi yang efektif di antara negara-negara besar dan mendorong kerja sama di antara negara-negara yang sedang bangkit," tegas Wang.
Dia mengatakan tahun ini menandai peringatan 75 tahun berdirinya hubungan diplomatik Tiongkok-Rusia dan kedua belah pihak juga akan bersama-sama menyelenggarakan Tahun Kebudayaan Tiongkok-Rusia, yang menciptakan peluang baru untuk pengembangan hubungan bilateral.
"Tiongkok bersedia untuk terus menumbuhkan pendorong baru kerja sama bersama dengan Rusia dan terus memperkuat fondasi persahabatan antara masyarakat kedua negara. Tahun ini, kepemimpinan bergilir BRICS diserahkan kepada Rusia, dan pada paruh kedua tahun ini, kepemimpinan SCO akan diserahkan kepada Tiongkok. Kedua belah pihak akan memperkuat kerja sama multilateral internasional, mempraktikkan multilateralisme sejati, menjunjung tinggi sistem internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai intinya, serta menjaga keamanan dan stabilitas regional dan global," imbuh Wang.