Washington D.C., Radio Bharata Online - Para ahli dan cendekiawan dari berbagai negara telah memuji upaya dan pencapaian Tiongkok yang mengesankan dalam memajukan reformasi dan keterbukaan secara komprehensif selama dekade terakhir yang telah mendukung pembangunan berkualitas tinggi Tiongkok di tengah lanskap geo-ekonomi global yang kompleks.

Dalam wawancara terpisah dengan China Central Television (CCTV), mereka menyoroti bahwa Tiongkok telah mengalami transformasi bersejarah dan telah menyumbangkan wawasan dan kekuatan yang berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.

"Saya telah dapat menyaksikan lebih dari empat puluh tahun reformasi dan keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar, dan hal ini telah memberi saya perspektif yang sangat menarik. Jadi, ketika saya datang ke Tiongkok hari ini, saya benar-benar memahami seberapa jauh Tiongkok telah maju dalam hal kemajuan ekonomi dan pembangunan ekonominya. Tiongkok akan menjadi lebih dari sekadar ekonomi yang digerakkan oleh inovasi, dan dalam konferensi sains dan teknologi nasional baru-baru ini yang dihadiri oleh Presiden Xi Jinping, beliau berbicara tentang keterlibatan Tiongkok secara global yang berkelanjutan. Namun, ia juga berbicara tentang Tiongkok yang menjadi lebih kuat dan lebih mampu di bidang sains dan teknologi. Jadi, apakah saya melihat kendaraan listrik Tiongkok atau saya melihat program luar angkasa Tiongkok, atau saya melihat bioteknologi Tiongkok, Anda dapat melihat bahwa kemajuan besar telah dicapai. Dan hal ini berkaitan dengan keterbukaan negara ini, kembalinya banyak akademisi dari luar negeri yang kembali ke Tiongkok, serta kebijakan-kebijakan baru yang telah dibuat untuk membuat sistem penelitian menjadi lebih baik lagi. Jadi, saya cukup optimis dengan masa depan Tiongkok," ujar Denis Simon, seorang peneliti di Institute for China-America Studies.

Thomas Rabe, seorang profesor di fakultas kedokteran Universitas Heidelberg, memuji kemajuan perawatan kesehatan dan upaya kesehatan masyarakat global di Tiongkok.

"Di bawah kepemimpinan presiden Tiongkok, rakyat Tiongkok telah mendapatkan lingkungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir. Tiongkok telah membuat kemajuan yang mengesankan dalam reformasi perawatan kesehatan, termasuk pembangunan infrastruktur, inovasi teknologi medis, dan peningkatan sistem kesehatan masyarakat. Di bidang kerja sama kesehatan masyarakat global, Tiongkok telah menunjukkan tanggung jawab dan kepemimpinannya sebagai negara besar. Konsep Presiden Xi Jinping dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia menganjurkan untuk saling berbagi dan bekerja sama. Saya sangat menantikan perkembangan lebih lanjut dalam industri kesehatan Tiongkok," kata Rabe.

Sementara itu, Mark Simuwe, seorang konsultan untuk United Party for National Development (UPND) di Zambia, menyoroti kemampuan WeChat yang luas, sebuah aplikasi Tiongkok yang menawarkan layanan pesan, media sosial, dan pembayaran mobile, serta pendekatan kolaboratif Tiongkok untuk pengembangan teknologi dan proyek-proyek infrastruktur.

"Saat menggunakan WeChat. Anda bisa membeli tiket pesawat, Anda bisa membeli pakaian, Anda bisa mendapatkan DiDi (layanan pemesanan mobil), Anda bisa naik pesawat, kereta api cepat, Anda bisa naik metro, Anda bisa membeli makanan. Cukup dengan memindai kode QR dan selesai. Dalam hal pengembangan teknologi, mereka tidak melakukannya sendiri-sendiri, mereka berbagi apa yang mereka hasilkan. Di Zambia, ada banyak hal yang bisa Anda bicarakan. Anda berbicara tentang pembangkit listrik tenaga air dan juga kawasan industri di Zambia, yang mana Tiongkok sedang berusaha membantu Zambia untuk berkembang. Itu adalah lambang atau demonstrasi masa depan bersama yang dapat Anda bicarakan," kata Simuwe.

Para ahli juga percaya bahwa reformasi tingkat tinggi dan keterbukaan tingkat tinggi yang dilakukan oleh Tiongkok akan menciptakan peluang pembangunan bagi Tiongkok sekaligus menyediakan pasar yang lebih luas bagi dunia.

"Reformasi dan keterbukaan Tiongkok sangat penting bagi proses integrasi ekonomi global karena skala ekonomi Tiongkok dan orientasi pembangunannya. Ekonomi Tiongkok berorientasi pada pengembangan produktivitas, menggabungkan inovasi teknologi, mendorong kemajuan sosial, dan meningkatkan kebijakan sosial. Model pembangunan Tiongkok dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain, terutama negara-negara berkembang," ujar Richard Morales, ekonom dari Panama.