Abu Dhabi, Radio Bharata Online - Li Chenggang, Duta Besar Tiongkok untuk WTO, mengatakan pada hari Minggu (25/2) bahwa Tiongkok telah membuat banyak kemajuan dalam pembangunan ekonomi dan keterbukaan sejak bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), sementara juga memberikan kesempatan yang luas kepada seluruh dunia.

Konferensi Tingkat Menteri ke-13 WTO yang berlangsung selama empat hari (MC13) dibuka pada hari Senin (26/2) di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) dengan para menteri ekonomi, perdagangan, dan pembangunan dari berbagai negara, serta perwakilan dari organisasi-organisasi ekonomi dan perdagangan global yang hadir dalam acara tersebut.

Konferensi tingkat menteri ini merupakan badan pengambil keputusan tertinggi di WTO, yang bertanggung jawab untuk memajukan negosiasi mengenai isu-isu penting, meninjau pekerjaan harian WTO, dan merencanakan arah pengembangan masa depan sistem perdagangan multilateral.

Li, yang berada di Abu Dhabi untuk menghadiri konferensi tersebut, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) bahwa aksesi Tiongkok ke WTO membawa manfaat dan peluang besar bagi Tiongkok dan dunia.

"Aksesi Tiongkok ke WTO sebenarnya merupakan tonggak sejarah bagi proses keterbukaan. Selama dua dekade terakhir, perdagangan Tiongkok telah meningkat 11 kali lipat. Kami sekarang menjadi mitra dagang utama dari 140 negara dan wilayah, dan juga kami adalah negara terbesar dalam perdagangan barang," katanya.

"(Sementara) Tiongkok telah membuat kemajuan besar, kami juga menciptakan lebih banyak peluang bagi seluruh dunia. Tiongkok sekarang memiliki volume impor yang besar dari seluruh dunia. Sebagai contoh, sekarang 10 persen dari ekspor LDC (negara kurang berkembang), tujuannya adalah Tiongkok. Jadi kami menyediakan pasar yang besar untuk orang lain, biarkan orang lain menikmati perkembangan kami. Tentu saja, kita mendapatkan keuntungan dari aksesi ke WTO, kita mendapatkan keuntungan dari globalisasi, tetapi juga, kita juga menciptakan banyak peluang untuk seluruh dunia. Ini bukan hanya satu menang, satu kalah. Sebenarnya ini adalah situasi yang saling menguntungkan," ujar Li.

Li juga mengatakan bahwa aturan-aturan di bawah kerangka kerja WTO dapat membantu Tiongkok mendapatkan dukungan secara global dan melanjutkan reformasi kelembagaan.

"Dan WTO adalah sebuah platform untuk lebih memfasilitasi reformasi institusional Tiongkok. WTO adalah organisasi berbasis aturan. Dan sekarang kami juga sedang mendiskusikan, menegosiasikan beberapa aturan baru seperti e-commerce, seperti IFD (Investment Facilitation for Development Agreement). Jika Tiongkok terus mengikuti aturan-aturan, aturan-aturan multilateral, saya rasa kita bisa mendapatkan lebih banyak dukungan dari luar, dari sistem perdagangan multilateral, untuk memperkuat reformasi institusional dan keterbukaan kita," ujarnya.