Beijing, Radio Bharata Online - Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Tiongkok (China International Development Cooperation Agency/CIDCA) menandatangani dua perjanjian kerjasama dengan Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) dan Kementerian Perindustrian Ethiopia melalui konferensi video dari Beijing pada hari Senin (19/2), yang bertujuan untuk mendukung pembangunan Afrika dan mempromosikan implementasi Inisiatif Pembangunan Global (GDI) yang diusulkan oleh Tiongkok.

Pertemuan virtual ini dihadiri oleh Luo Zhaohui, Kepala CIDCA, Direktur Jenderal UNIDO, Gerd Mueller, Menteri Negara Industri Ethiopia, Tarekegn Bululta, dan pejabat lain dari ketiga pihak.

Perjanjian kerja sama pertama untuk membantu Afrika dalam pembangunan ini menandai dokumen kerja sama trilateral pertama yang ditandatangani oleh CIDCA, sebuah organisasi PBB, dan negara Afrika.

Dengan fokus pada proyek-proyek berskala kecil namun berdampak besar, perjanjian ini menyoroti pendirian pusat-pusat percontohan di area-area kerja sama yang diprioritaskan, termasuk pertanian, peternakan, dan pembangunan hijau.

Pusat-pusat percontohan ini memiliki tujuan untuk memberikan nasihat kebijakan dan rencana pengembangan, memajukan proyek percontohan skala kecil, dan melaksanakan proyek-proyek pengembangan kapasitas seperti kerja sama teknologi dan pelatihan personel.

"Perjanjian ini merupakan langkah penting bagi Tiongkok untuk mempromosikan dukungan dan implementasi GDI melalui organisasi internasional yang relevan, sekaligus terobosan penting bagi kerja sama trilateral dalam memajukan inisiatif ini," ujar Li Ming, Juru Bicara CIDCA.

Selain itu, perjanjian kerja sama kedua telah ditandatangani antara CIDCA dan UNIDO untuk mempromosikan implementasi GDI. Inisiatif ini telah mendapatkan dukungan dari lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, termasuk PBB.

GDI, yang diusulkan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada sesi ke-76 Sidang Umum PBB pada tahun 2021, bertujuan untuk menempa konsensus internasional dalam mendorong pembangunan, memelihara momentum baru untuk pembangunan global, dan memajukan kemajuan bersama semua negara di dunia.

Menurut buku putih berjudul "Prakarsa Sabuk dan Jalan: Pilar Utama Komunitas Global Masa Depan Bersama" yang dirilis pada 10 Oktober 2023, Tiongkok telah menandatangani lebih dari 200 perjanjian kerja sama BRI dengan lebih dari 150 negara dan 30 organisasi internasional di lima benua hingga Juni tahun lalu, yang menghasilkan sejumlah proyek tanda tangan dan proyek-proyek berskala kecil namun berdampak besar.