Santos, Bharata Online - Sebuah pameran baru di Museum Kopi Santos mengeksplorasi semakin dalamnya hubungan budaya dan ekonomi antara Brasil dan Tiongkok melalui lensa kopi.

Bertema "Emas Hitam dan Naga", pameran itu merupakan bagian dari Tahun Kebudayaan Tiongkok-Brasil 2026. Pameran ini menyoroti bagaimana ekspor paling ikonik Brasil, yang sebagian besar berasal dari dermaga di sekitar museum, semakin populer di kalangan konsumen Tiongkok sekaligus melambangkan perluasan perdagangan dan hubungan antar masyarakat.

"Kopi adalah salah satu ekspor utama kita di Brasil. Jadi, mampu menunjukkannya dengan cara yang sama sekali berbeda, dan hubungan yang diciptakannya dengan negara lain, di sisi lain dunia, dengan budaya yang sama sekali berbeda dari kita, sangatlah memuaskan," ujar Debora Lobo, Analis Infrastruktur.

"Saya menyukainya. Sangat indah. Ada begitu banyak detail di setiap karya," kata Salete Silva, Pemilik Toko.

Seniman Camila Arruda menciptakan 15 karya yang dipamerkan, termasuk lukisan, patung, instalasi, dan video. Ia mengatakan bahwa ide tersebut muncul setelah kunjungan pertamanya ke Tiongkok pada tahun 2019, ketika ia terkejut dengan banyaknya kedai kopi di negara yang secara tradisional diasosiasikan dengan teh.

"Bagian pertama pameran ini didedikasikan untuk cara berpikir spiral dalam budaya Tiongkok dan juga kosmologi Tiongkok. Bagian kedua, menyajikan kopi sebagai simbol di Tiongkok. Jadi, sebenarnya ini membandingkan simbolisme kopi di Brasil dan simbolisme di Tiongkok. Dan kemudian bagian terakhir dari pameran ini memperkenalkan kepada publik impian masyarakat Tiongkok, impian untuk memimpin teknologi. Mereka tidak ingin memproduksi apa yang akan dikonsumsi dunia saat ini. Mereka ingin menentukan apa yang baru," jelas Arruda.

Arruda menambahkan bahwa ia mencoba melambangkan kopi, komoditas Barat, dalam karya-karya Tiongkok yang berpiksel.

"Ini adalah bagian dari riset saya sebagai seorang seniman. Saya pikir ini sangat berkaitan dengan konsep pameran ini karena kita di sini untuk memperkenalkan simbolisme, bukan? Dan kita memiliki, terutama kopi; kopi memiliki cara pandang Barat yang menganggapnya hanya sebagai komoditas padahal sebenarnya adalah simbol," kata Arruda.

Xie Yancun, Wakil Konsul Jenderal Tiongkok di Sao Paulo, mengatakan bahwa ia berharap pameran ini dapat berfungsi sebagai platform untuk mendekatkan masyarakat kedua negara.

"Hari ini, Museum Kopi menyelenggarakan pameran Emas Hitam dan Naga, memungkinkan naga-naga dari Timur dan emas hitam Brasil untuk bertemu melintasi gunung dan laut. Saya percaya ini akan memberikan platform yang sangat baik bagi masyarakat Brasil untuk memahami budaya Tiongkok dan meningkatkan persahabatan antara kedua negara," ujar Xie.

Pameran ini berlangsung hingga September 2026.