Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok melaporkan pertumbuhan yang stabil dalam investasi luar negeri pada paruh pertama (H1) tahun 2024, data resmi menunjukkan pada hari Kamis (25/7), yang menunjukkan keterlibatan negara yang diperluas dalam kerja sama di pasar global.
"Investasi langsung keluar (outbound direct investment/ODI) nonfinansial Tiongkok meningkat 16,6 persen tahun ke tahun menjadi 72,62 miliar dolar AS (sekitar 1.184 triliun rupiah) dalam enam bulan pertama tahun ini. Di antaranya, ODI nonfinansial di negara-negara yang berpartisipasi dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI) melonjak 9,2 persen tahun ke tahun menjadi 15,46 miliar dolar AS (sekitar 252 triliun rupiah," ujar He Yongqian, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, pada konferensi pers di Beijing.
Omzet proyek luar negeri yang dikontrak berjumlah 72,25 miliar dolar AS (sekitar 1.179 triliun rupiah), meningkat 2,2 persen tahun ke tahun, dan nilai kontrak baru melonjak 22 persen menjadi hampir 115,5 miliar dolar AS (sekitar 1.885 triliun rupiah)," katanya.
Kerja sama di bawah kerangka kerja BRI yang diusulkan Tiongkok semakin menguat selama periode tersebut karena omzet di negara-negara mitra BRI naik tipis 0,7 persen menjadi 58,92 miliar dolar AS (sekitar 961 triliun rupiah), dan nilai kontrak baru dengan negara-negara tersebut melonjak 18,5 persen hingga mencapai 93,35 miliar dolar AS (sekitar 1.523 triliun rupiah), menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok.
Untuk memfasilitasi investasi Tiongkok di negara-negara dan kawasan asing, peraturan tentang kontrak proyek luar negeri dikeluarkan oleh kementerian dan mulai berlaku pada 1 Juli tahun ini. Peraturan itu akan menyederhanakan prosedur untuk bisnis terkait.