Astana, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan pada hari Kamis (4/7) bahwa sebagai platform inti untuk mempraktikkan multilateralisme dan memajukan tata kelola global, peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hanya dapat diperkuat, bukan diperlemah.
Xi menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, di sela-sela Pertemuan ke-24 Dewan Kepala Negara Organisasi Kerja Sama Shanghai di Astana.
Tidak peduli bagaimana situasi internasional berubah, Tiongkok selalu berpegang teguh pada multilateralisme yang tulus dan mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam memainkan peran sentral dalam urusan internasional, katanya.
Semua negara di dunia adalah bagian dari komunitas dengan masa depan bersama, kata Xi.
Dengan memperhatikan bahwa kapal kemanusiaan tidak akan berlayar dengan mulus ke masa depan, ia mengatakan bahwa komunitas internasional harus bekerja sama untuk memastikan bahwa kapal tersebut selalu berlayar ke arah yang benar.
Pihak Tiongkok mendukung KTT Masa Depan PBB, dan berharap hal ini akan mengirimkan sinyal positif dalam menjunjung tinggi multilateralisme, memperkuat solidaritas dan kerja sama, dan membuat tata kelola global yang lebih adil dan masuk akal, katanya.
Tiongkok juga mendukung PBB dalam memainkan peran utama dalam memajukan reformasi arsitektur keuangan internasional dan tata kelola global kecerdasan buatan, tambah Xi.
Guterres mengatakan bahwa tatanan internasional saat ini, terutama mekanisme keuangan internasional, perlu direformasi untuk beradaptasi dengan perkembangan dan perubahan situasi internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa, katanya, bersedia melakukan segala upaya untuk mempromosikan penyesuaian arsitektur keuangan internasional dan tata kelola global kecerdasan buatan, sehingga membuat tata kelola global lebih adil dan masuk akal serta lebih kondusif bagi pembangunan bersama negara-negara berkembang.
Dia berterima kasih kepada Tiongkok karena telah mendukung tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mempraktikkan multilateralisme, dan memainkan peran penting dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan pembangunan dunia.
Masa depan umat manusia sebagian besar bergantung pada Tiongkok, katanya, seraya menambahkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa berharap dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama lebih lanjut dengan Tiongkok.