New York, Bharata Online - Tiongkok kembali menegaskan seruannya untuk penyelesaian politik krisis Ukraina selama pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang situasi di Ukraina pada hari Senin (8/6) di New York, mendesak pengekangan dan kembali ke perundingan perdamaian.
Berbicara dalam pertemuan tersebut, Sun Lei, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa cara militer tidak dapat membawa perdamaian dan bahwa memperpanjang konflik hanya akan menyebabkan kerusakan yang lebih serius.
Sun menekankan bahwa Tiongkok selalu mempertahankan posisi yang objektif dan adil dalam krisis Ukraina, dan akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memainkan peran positif dalam mencapai solusi politik untuk krisis tersebut.
Sun menguraikan empat harapan dari Tiongkok mengingat situasi saat ini:
Pertama, Tiongkok mengharapkan pihak-pihak terkait untuk mengutamakan rakyat mereka, melakukan pengekangan maksimal, dan mencegah situasi menjadi di luar kendali.
Kedua, Tiongkok berharap semua pihak terkait akan melanjutkan proses perundingan perdamaian sesegera mungkin dan berupaya menuju perjanjian perdamaian yang komprehensif, langgeng, dan mengikat.
Ketiga, Tiongkok mengharapkan negara-negara regional dan komunitas internasional untuk mengirimkan lebih banyak suara rasional yang menyerukan gencatan senjata dan promosi perundingan perdamaian.
Keempat, Tiongkok mendesak semua pihak untuk bekerja sama, sepenuhnya dan secara ketat mematuhi prinsip-prinsip Piagam PBB, untuk mengatasi akar penyebab krisis dan membangun arsitektur keamanan regional yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan.