BEIJING, Radio Bharata Online - Setelah selesainya ekspedisi Antartika ke-40 Tiongkok, penelitian atmosfer sedang dilakukan oleh para peneliti di Akademi Ilmu Meteorologi Tiongkok pada sampel yang dibawa kembali.

Seperti diketahui, ekspedisi Antartika ke-40 yang dilakukan Tiongkok diakhiri dengan kapal pemecah es buatan Tiongkok, Xuelong-2, kembali ke Kota Qingdao, Provinsi Shandong Tiongkok timur, pada awal April.

Penelitian atmosfer kutub adalah bagian penting dari ekspedisi Antartika baru-baru ini, yang melibatkan pendirian dan pemeliharaan stasiun pengamatan meteorologi, pengamatan kimia atmosfer di Stasiun Zhongshan, pengumpulan sampel atmosfer, dan eksperimen ilmiah lainnya. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan Tiongkok telah melakukan penelitian penting tentang atmosfer di Antartika, memainkan peran penting dalam mempelajari perubahan iklim Antartika dan dampak globalnya.

Sampel atmosfer yang dikumpulkan meliputi berbagai gas seperti karbon dioksida, metana, dan sulfur heksafluorida. Mengikuti analisis hasil konsentrasi, peneliti akan mencatat dan membandingkannya dengan data tahun sebelumnya, yang pada akhirnya menghasilkan temuan penelitian baru.

Saat ini, penelitian terus dilakukan melalui berbagai metode termasuk pemantauan online waktu nyata di Stasiun Zhongshan, pengambilan sampel di tempat untuk analisis selanjutnya, serta pemantauan secara real time di lab di Beijing. Selain memantau komposisi atmosfer, Stasiun Zhongshan juga melakukan pengamatan meteorologi darat manual secara rutin dan menyampaikan laporan. Data penting ini dikirimkan kembali ke Tiongkok setiap hari dan kemudian dibagikan kepada Organisasi Meteorologi Dunia melalui Administrasi Meteorologi Tiongkok.

Sejak 2008, Tiongkok telah mengoperasikan sistem pemantauan latar belakang atmosfer di Stasiun Zhongshan, penelitian ini memungkinkan pemantauan secara online berkelanjutan. [CGTN]