SHENZHEN, Radio Bharata Online - Meningkatnya tren penjualan barang bekas berkontribusi terhadap gaya hidup yang lebih ramah lingkungan
Mulai dari pakaian bekas dan tas hingga furnitur dan buku, perdagangan barang bekas berkembang pesat di Tiongkok, tidak hanya menghasilkan harga murah, tetapi juga manfaat ramah lingkungan.
Tren ini mewakili perubahan pola pikir masyarakat Tiongkok, karena semakin banyak konsumen yang menyadari pentingnya memperpanjang umur produk, melalui penggunaan kembali dan daur ulang.
Dengan memanfaatkan pasar barang bekas, mereka tidak hanya menemukan alternatif yang hemat biaya, namun juga berkontribusi terhadap cara hidup yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, melalui daur ulang barang.
Bagi Kang Lin, pria berusia 40-an asal Shenzhen, provinsi Guangdong, dan sekarang tinggal di Hong Kong, membeli barang bekas lebih dari sekedar tindakan penghematan biaya, tetapi ini adalah pilihan gaya hidup, yang merayakan keberlanjutan dan mengungkap harta terpendam dari masa lalu.
Menurut Kang, ketika dia tinggal di luar negeri, membeli barang bekas adalah pilihan yang paling hemat biaya karena harganya tidak mahal, dan tidak ada ruginya kalau harus membuangnya ketika tidak diperlukan lagi. Dan ini juga ramah lingkungan, karena mencegah barang-barang yang dapat digunakan terbuang sia-sia.
Baginya, barang-barang miliknya yang sudah tidak berguna, mungkin masih bermanfaat buat orang lain, dan begitu pula sebaliknya. (China Daily)