Jibuti, terletak di bagian timur laut Afrika, tepi barat Teluk Aden, adalah negara poros penting dalam pembangunan Sabuk dan Jalan. Workshop Lu Ban yang pertama di Afrika justru terletak di sini.

Guru dari Sekolah Kejuruan dan Teknik Perkereta-apian Tianjin, Yang Xiaodan masih ingat, selama persipan workshop tersebut pada tahun 2018, karyawan Jibuti bertanya kepada mereka, apakah Lu Ban akan datang saat peresmian?

Nama Workshop Luban diambil dari seorang pengrajin kuno yang luar biasa di Tiongkok, membawa pengalaman dan peralatan yang maju ke Jibuti, serta membantu para pemuda setempat menguasai lebih banyak keterampilan profesional. Pada bulan September 2018, dalam KTT Forum Kerja Sama Tiongkok dan Afrika yang diselenggarakan di Beijing, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengumumkan, Tiongkok akan mendirikan 10 workshop Lu Ban di Afrika, dan menyediakan penataran keterampilan profesional kepada para pemuda Afrika.

Pemuda Jibuti Osman, semasa kanak-kanak sering bermain sepak bola di pinggir jalur kereta api, dan selalu mempunyai “impian kereta api” di dalam hatinya. Ketika mendengar workshop Djibouti menerima siswa jurusan perkeretaapian, sekitar lebih dari seribu pemuda setempat datang untuk mendaftar, dan Osman adalah salah satunya. Melalui seleksi bertahap, dia menjadi salah satu anggota dari 24 anggota baru gelombang pertama.

Kini, perguruan tinggi dan universitas Tiongkok telah mendirikan workshop Lu Ban di 20 lebih negara partisipan Sabuk dan Jalan di Asia, Afrika dan Eropa. Banyak pemuda seperti Osman sedang mengejar impiannya. Platform pertukaran dan kerja sama internasional pendidikan kejuruan yang mewarisi semangat pengrajin Tiongkok sedang dikenal  di seluruh dunia.

Pewarta : CRI