BEIJING, Radio Bharata Online - Industri otomotif Tiongkok telah mencetak rekor baru, dengan produksi dan penjualan melebihi 30 juta unit untuk pertama kalinya. Menurut data yang dirilis oleh Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok (CAAM) pada hari Kamis, Tiongkok siap menjadi eksportir mobil terbesar di dunia, dengan ekspor mencapai 4,91 juta unit, naik 58 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, Tiongkok menjadi eksportir mobil terbesar kedua di dunia. Industri ini terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada tahun 2023, dengan pertumbuhan produksi tahun-ke-tahun sebesar 11,6 persen, dan penjualan sebesar 12 persen. Dengan jangkauan global yang semakin luas, mobil Tiongkok kini diekspor ke lebih dari 200 negara dan wilayah.
Fu Bingfeng, wakil presiden eksekutif dan Sekjen CAAM mengatakan, ekspor mobil Tiongkok pada tahun 2023, jumlahnya mendekati hampir 5 juta unit.
Menurutnya, tonggak sejarah ini menandakan peralihan industri otomotif Tiongkok menuju elektrifikasi dan kecerdasan, yang mempercepat transformasi industri otomotif global.
Lin Jie, seorang manajer di pelabuhan Terminal Otomotif Internasional Shanghai, telah menyaksikan langsung lonjakan pertumbuhan ekspor mobil Tiongkok dalam sepuluh tahun terakhir. Pada hari-hari biasa bertugas, ia bisa memuat lebih dari 4.000 mobil produksi dalam negeri, ke dua kapal kargo besar yang menuju perairan internasional. Lin mengatakan, satu dari dua kapal itu menuju jalur Amerika Selatan dengan muatan sekitar 2.300 unit mobil, dan kapal satunya lagi biasanya menuju Teluk Persia dengan volume ekspor 2.000 unit mobil.
Dia juga menjelaskan, di masa lalu, Eropa hampir seperti tanah tandus untuk ekspor mobil Tiongkok. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kekuatan manufaktur Tiongkok, Eropa telah mengimpor lebih banyak kendaraan energi baru yang diproduksi di dalam negeri. (CGTN)